4 Fakta Rudal Setan II, Misil Nuklir Rusia Bisa Hantam Eropa dalam 3 Menit
Minggu, 03 September 2023 - 15:07 WIB
NATO menyebut rudal Sarmat sebagai SS-X-29 atau SS-X-30, namun para analis dan media Barat sering menyebutnya sebagai Setan II. Nama ini diambil dari nama pelaporan NATO SS-18 Setan, yang digunakan untuk sistem rudal R-36M yang akan digantikan oleh Sarmat.
Moniker Setan II memainkan asosiasi yang menakutkan antara kejahatan dan penderitaan, sehingga menarik perhatian media dan publik.
Sistem rudal balistik antarbenua ini mampu membawa hingga 15 hulu ledak nuklir dalam sekali tembak. Rudal Setan II merupakan pengganti ICBM R-36 yang oleh NATO dinamai sebagai SS-18 Setan.
Dengan berat lebih dari 200 ton, Sarmat dirancang untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal musuh dengan fase peluncuran yang singkat, sehingga memberikan sistem pengawasan musuh peluang sempit untuk melacaknya.
Berukuran 116 kaki, misil ini disusun sebagai Multiple Independently Targetable Re-Entry Vehicles, yang berarti satu roket dapat mencapai serangkaian sasaran sekaligus.
Misil berbasis silo ini menjadi salah satu dari beberapa senjata canggih yang pengembangannya diumumkan Presiden Vladimir Putin pada tahun 2018, termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan Avangard.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal Sarmat merupakan respons Moskow terhadap sistem Prompt Global Strike Amerika Serikat.
Moniker Setan II memainkan asosiasi yang menakutkan antara kejahatan dan penderitaan, sehingga menarik perhatian media dan publik.
2. Bawa 15 Hulu Ledak Nuklir dalam Sekali Tembak
Sistem rudal balistik antarbenua ini mampu membawa hingga 15 hulu ledak nuklir dalam sekali tembak. Rudal Setan II merupakan pengganti ICBM R-36 yang oleh NATO dinamai sebagai SS-18 Setan.
Dengan berat lebih dari 200 ton, Sarmat dirancang untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal musuh dengan fase peluncuran yang singkat, sehingga memberikan sistem pengawasan musuh peluang sempit untuk melacaknya.
Berukuran 116 kaki, misil ini disusun sebagai Multiple Independently Targetable Re-Entry Vehicles, yang berarti satu roket dapat mencapai serangkaian sasaran sekaligus.
Misil berbasis silo ini menjadi salah satu dari beberapa senjata canggih yang pengembangannya diumumkan Presiden Vladimir Putin pada tahun 2018, termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan Avangard.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal Sarmat merupakan respons Moskow terhadap sistem Prompt Global Strike Amerika Serikat.
3. Bisa Hantam Titik Terjauh Eropa dalam 3 Menit
Lihat Juga :