Presiden Anti-Rusia di Negara Bekas Soviet Hadapi Pemakzulan
Jum'at, 01 September 2023 - 22:01 WIB
Presiden Georgia Salome Zourabichvili bertemu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Kamis (31/8/2023). Foto/facebook/Salome Zourabichvili
TBILISI - Partai yang berkuasa di Georgia mengumumkan dimulainya proses pemakzulan terhadap Presiden Salome Zourabichvili.
Alasan pemakzulan itu adalah Zourabichvili melanggar konstitusi dengan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa persetujuan kabinet.
Partai Impian Georgia mulai bergerak pada Jumat (1/9/2023). Ketuanya, Irakli Kobakhidze, mengatakan kata-kata dalam konstitusi tidak menimbulkan keraguan mengenai tindakan presiden yang melanggar hukum dan pemakzulan Zourabichvili, yang terpilih sebagai calon independen, adalah satu-satunya jalan yang tersisa bagi anggota parlemen.
Setelah memperoleh kemerdekaan, Georgia awalnya merupakan republik presidensial, namun amandemen mengalihkan kekuasaan eksekutif ke perdana menteri setelah pemilu presiden tahun 2013.
Jabatan presiden tersebut sekarang sebagian besar bersifat seremonial, meskipun kepala negara dapat mewakili negaranya secara internasional “dengan persetujuan Pemerintah,” menurut konstitusi saat ini.
Baca juga: Drone Ukraina Gempur Kota Nuklir Rusia, Kremlin Lancarkan Pembalasan
Alasan pemakzulan itu adalah Zourabichvili melanggar konstitusi dengan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa persetujuan kabinet.
Partai Impian Georgia mulai bergerak pada Jumat (1/9/2023). Ketuanya, Irakli Kobakhidze, mengatakan kata-kata dalam konstitusi tidak menimbulkan keraguan mengenai tindakan presiden yang melanggar hukum dan pemakzulan Zourabichvili, yang terpilih sebagai calon independen, adalah satu-satunya jalan yang tersisa bagi anggota parlemen.
Setelah memperoleh kemerdekaan, Georgia awalnya merupakan republik presidensial, namun amandemen mengalihkan kekuasaan eksekutif ke perdana menteri setelah pemilu presiden tahun 2013.
Jabatan presiden tersebut sekarang sebagian besar bersifat seremonial, meskipun kepala negara dapat mewakili negaranya secara internasional “dengan persetujuan Pemerintah,” menurut konstitusi saat ini.
Baca juga: Drone Ukraina Gempur Kota Nuklir Rusia, Kremlin Lancarkan Pembalasan
Lihat Juga :