PBB: Sebagian Kekerasan pada Migran Afrika Dilakukan Penegak Hukum

Kamis, 30 Juli 2020 - 04:04 WIB
Para migran ditampung di Tripoli, Libya pada April 2019. Foto/REUTERS
JENEWA - Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) menyatakan hampir setengah dari seluruh kekerasan yang dialami para migran Afrika selama perjalanan ke pantai Mediterania dilakukan para penegak hukum.

Menurut laporan UNHCR dan Pusat Migrasi Campur Dewan Pengungsi Denmark (MMC), ribuan pengugnsi dan migran mengalami pelecehan ekstrem termasuk penyiksaan dan kekerasan seksual serta berbasis gender, dan dalam beberapa kasus kematian.



Laporan itu disusun berdasarkan hampir 16.000 wawancara dengan para pengungsi dan migran.

“Dalam 47% kasus, para korban melaporkan pelaku kekerasan adalah otoritas penegak hukum, di mana sebelumnya kami yakin itu adalah sebagian besar penyelundup manusia,” ungkap Vincent Cochetel, utusan khusus UNHCR untuk Mediterania tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!