Senator Republik Khawatir China Pakai TikTok untuk Pengaruhi Pemilu AS
Kamis, 30 Juli 2020 - 00:03 WIB
“TikTok sudah memiliki kebijakan ketat melawan disinformasi dan kami tidak menerima iklan politik,” papar juru bicara TikTok yang menambahkan kebijakan konten dan moderasi dipimpin oleh tim di California dan tidak dipengaruhi oleh pemerintahan asing manapun.
FBI dan DHS belum merespon permintaan komentar. Pejabat ODNI mengonfirmasi menerima surat itu dan akan meresponnya. (Lihat Infografis: 5 Wilayah di DKI Jakarta Zona Tinggi Risiko Penyebaran Covid-19)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menyatakan China tidak berkepentingan pada pemilu AS dan meminta sejumlah orang di AS berhenti menekan perusahaan-perusahaan China. (Lihat Video: Penampakan Tawaf Ibadah Haji dalam Masa Pandemi di Masjidil Haram)
Para anggota parlemen AS, termasuk Ted Cruz, Joni Ernst Thom Tilis, Kevin Cramer dan Rick Scott menyebut China dapat mendorong pendapat politik tertentu dan melancarkan operasi pengaruh melalui aplikasi milik Beijing ByteDance Technology Co itu. (Baca Juga: Aparat Saudi Tangkap 244 Orang yang Coba Masuk Secara Ilegal ke Situs Suci)
FBI dan DHS belum merespon permintaan komentar. Pejabat ODNI mengonfirmasi menerima surat itu dan akan meresponnya. (Lihat Infografis: 5 Wilayah di DKI Jakarta Zona Tinggi Risiko Penyebaran Covid-19)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menyatakan China tidak berkepentingan pada pemilu AS dan meminta sejumlah orang di AS berhenti menekan perusahaan-perusahaan China. (Lihat Video: Penampakan Tawaf Ibadah Haji dalam Masa Pandemi di Masjidil Haram)
Para anggota parlemen AS, termasuk Ted Cruz, Joni Ernst Thom Tilis, Kevin Cramer dan Rick Scott menyebut China dapat mendorong pendapat politik tertentu dan melancarkan operasi pengaruh melalui aplikasi milik Beijing ByteDance Technology Co itu. (Baca Juga: Aparat Saudi Tangkap 244 Orang yang Coba Masuk Secara Ilegal ke Situs Suci)
(sya)
Lihat Juga :