Kritikus Vladimir Putin, Alexei Navalny, Divonis 19 Tahun Penjara
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 22:48 WIB
Dalam sebuah pesan yang diposting di media sosial melalui pengacara dan ajudannya, Navalny mengatakan hasil dari kasus tersebut tidak penting karena dia juga diancam dengan tuduhan terorisme yang dapat dipenjarakan selama beberapa dekade.
"Ini akan menjadi hukuman yang panjang. Apa yang disebut 'Stalinis'," kata Navalny seperti dikutip dari Sky News, Jumat (4/8/2023).
Dia mengatakan tujuannya adalah untuk menakut-nakuti orang Rusia. Namun ia mendesak agar warga Rusia untuk tidak membiarkan hal itu terjadi dan berpikir keras tentang cara terbaik untuk melawan apa yang dia sebut sebagai "penjahat dan pencuri di Kremlin".
Tuduhan tersebut terkait dengan perannya dalam gerakannya yang sekarang sudah mati di dalam Rusia, yang dituduh pihak berwenang mencoba memicu revolusi dengan berusaha membuat negara tidak stabil.
Dalam pernyataan penutupnya bulan lalu, yang disampaikan secara tertutup di penjara di Melekhovo, sekitar 235 km timur Moskow tempat dia menjalani hukumannya, Navalny menjelaskan mengapa dia terus menentang otoritas Rusia.
"Untuk lahirnya negara baru yang bebas dan kaya, ia harus memiliki orang tua. Mereka yang menginginkannya. Yang mengharapkannya dan yang bersedia berkorban untuk kelahirannya," jelasnya.
Baca Juga: Vladimir Putin: Rusia Siap untuk Konfrontasi dengan NATO
"Ini akan menjadi hukuman yang panjang. Apa yang disebut 'Stalinis'," kata Navalny seperti dikutip dari Sky News, Jumat (4/8/2023).
Dia mengatakan tujuannya adalah untuk menakut-nakuti orang Rusia. Namun ia mendesak agar warga Rusia untuk tidak membiarkan hal itu terjadi dan berpikir keras tentang cara terbaik untuk melawan apa yang dia sebut sebagai "penjahat dan pencuri di Kremlin".
Tuduhan tersebut terkait dengan perannya dalam gerakannya yang sekarang sudah mati di dalam Rusia, yang dituduh pihak berwenang mencoba memicu revolusi dengan berusaha membuat negara tidak stabil.
Dalam pernyataan penutupnya bulan lalu, yang disampaikan secara tertutup di penjara di Melekhovo, sekitar 235 km timur Moskow tempat dia menjalani hukumannya, Navalny menjelaskan mengapa dia terus menentang otoritas Rusia.
"Untuk lahirnya negara baru yang bebas dan kaya, ia harus memiliki orang tua. Mereka yang menginginkannya. Yang mengharapkannya dan yang bersedia berkorban untuk kelahirannya," jelasnya.
Baca Juga: Vladimir Putin: Rusia Siap untuk Konfrontasi dengan NATO
Lihat Juga :