5 Akar Permasalahan Konflik pada Kamp Pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di Lebanon

Selasa, 01 Agustus 2023 - 12:03 WIB

2. Para Pengungsi Palestina yang Ditindas Israel



Foto/Reuters

Seperti banyak kamp pengungsi Palestina lainnya di Lebanon dan negara-negara tetangga, Ein el-Hilweh didirikan setelah Nakba 1948, yang berarti “malapetaka”.

Nakba adalah pengusiran setidaknya 750.000 warga Palestina dari rumah, desa, dan kota mereka oleh milisi Zionis selama pembentukan negara Israel.

Ein el-Hilweh awalnya didirikan oleh Komite Palang Merah Internasional, dan sebagian besar penduduk awalnya telah mengungsi dari kota-kota pesisir utara Palestina.

Penghuni kamp termasuk sejumlah besar pengungsi Palestina yang terlantar selama Perang Saudara Lebanon dan setelah konflik Nahr el-Bared pada tahun 2007 ketika pertempuran pecah antara Fatah al-Islam, sebuah kelompok bersenjata, dan tentara Lebanon.

Baca Juga: 5 Tugas Berat Komite Rekonsiliasi Palestina, Pertama dan Utama Adalah Melawan Agresi Israel

3. Jumlah Pengungsi Terus Bertambah karena Konflik Suriah



Foto/Reuters

Populasi pengungsi di Ein el-Hilweh terus bertambah setelah 2011 ketika perang saudara Suriah pecah setelah Bashar al-Assad menindak protes anti-pemerintah. Jutaan orang mengungsi, termasuk pengungsi Palestina yang tinggal di Suriah. Banyak yang mencari keamanan di Lebanon dan bermukim kembali di kamp.

Kamp ini dikelilingi oleh tembok besar, dan aksesnya terbatas. Bahan yang digunakan untuk bangunan dan konstruksi diatur oleh tentara Lebanon, yang mengelola beberapa pos pemeriksaan yang mengarah ke kamp tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!