10 Negara Paling Banyak Spam di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Jum'at, 28 Juli 2023 - 05:11 WIB
Penipuan – 22,8%

Penjualan – 11%

Robocall – 7,5%

4. India

Anda akan terkejut mengetahui bahwa hanya satu spammer yang melakukan 202 juta panggilan spam tahun lalu di India. Ini dihitung menjadi 6,64 lakh panggilan per hari.

Karena itu, negara tersebut telah mencapai posisi ke-4 dalam daftar negara-negara dengan spam teratas di dunia. Hal baiknya adalah persentase panggilan penipuan dalam keseluruhan panggilan spam yang berasal dari India jauh lebih sedikit.

Faktanya, hanya 1,4% panggilan dari semua panggilan spam yang terkait dengan penipuan tahun lalu. Sebagian besar panggilan terkait dengan penjualan. Namun, Anda harus mewaspadai penipuan KYC yang cukup lazim di negara ini.

Penjualan – 93,5%

Layanan Keuangan – 3,1%

Gangguan – 2%

Penipuan – 1,4%

5. Meksiko



Foto/indiatimes

Negara kelima dalam daftar kami adalah Meksiko. Sesuai perkiraan, rata-rata orang Meksiko menerima 15,5 panggilan spam setiap bulan. Yang paling berbahaya dari semua panggilan spam ini adalah panggilan Penculikan Virtual.

Dalam panggilan ini, penipu menelepon seseorang untuk memberi tahu bahwa anggota keluarganya diculik oleh kartel dan akan dibebaskan setelah mentransfer uang.

Menurut Truecaller, jenis penipuan ini menyumbang lebih dari 4% dari total panggilan spam. Selain itu, panggilan spam terkait Layanan Keuangan juga sangat umum

Jasa Keuangan – 74,6%

Penjualan – 20,6%

Penipuan – 4,8%

6. Indonesia



Foto/Reuters

Baru-baru ini, pengguna Indonesia juga menerima banyak panggilan spam. Orang-orang di negara ini menerima 14 panggilan spam per pengguna per bulan. Sebagian besar panggilan sekitar 80% berasal dari spam dari layanan keuangan.

Di sisi lain, 19% panggilan berhubungan dengan penjualan. Walaupun panggilan scam hanya 1%, panggilan ini sangat berbahaya karena scammers di Indonesia biasanya memiliki informasi yang tepat tentang targetnya.

Layanan Keuangan – 80%

Penjualan – 19%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!