Swedia Tidak Memiliki Kemauan Politik untuk Melarang Pembakaran Alquran
Sabtu, 22 Juli 2023 - 05:45 WIB
Meski begitu, pemerintah Perdana Menteri Ulf Kristersson mengatakan pekan lalu akan memeriksa apakah ada alasan untuk mengubah UU Ketertiban Umum untuk memungkinkan polisi menghentikan pembakaran Alquran, di tengah kekhawatiran keamanan nasional.
Isu pembakaran Alquran berpotensi membahayakan aksesi Swedia ke NATO. Presiden Turki Tayyip Erdogan sebelumnya telah memperingatkan bahwa Swedia tidak akan diterima ke dalam aliansi militer jika pembakaran Alquran terjadi di sana.
Turki, bersama Hungaria, sejauh ini telah menahan tawaran Swedia - diluncurkan setelah invasi Rusia ke Ukraina - meskipun Erdogan mengatakan awal bulan ini bahwa ia akan mengirim aplikasi NATO negara Nordik ke parlemen.
Organisasi Kerja Sama Islam yang beranggotakan 57 negara memperkenalkan resolusi yang disahkan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 12 Juli yang menyerukan negara-negara untuk meninjau kembali undang-undang mereka yang mencegah penuntutan "kebencian agama".
Wakil Perdana Menteri Ebba Busch dari Demokrat Kristen mengatakan awal bulan ini Swedia sendiri yang menentukan undang-undangnya dan tidak akan dipengaruhi oleh agama atau undang-undang negara lain.
"Swedia tidak membelakangi Islamisme. Membakar kitab suci itu tercela tapi tidak ilegal," cuitnya pada 7 Juli setelah sebuah Alquran dibakar di luar masjid Stockholm.
Perubahan undang-undang potensial apa pun yang akan membuat tindakan semacam itu ilegal juga sangat tidak mungkin disahkan karena pemerintah minoritas bergantung pada dukungan Demokrat Swedia, partai terbesar kedua di parlemen setelah pemilu tahun lalu, yang anti-imigran dan kritis terhadap Islam.
"Demokrat Swedia belum mempertimbangkan untuk memperkenalkan undang-undang semacam itu di Swedia, kami juga tidak bermaksud untuk mendukung undang-undang semacam itu jika diajukan di parlemen," kata Sekretaris Partai Demokrat Swedia Richard Jomshof kepada Reuters.
Isu pembakaran Alquran berpotensi membahayakan aksesi Swedia ke NATO. Presiden Turki Tayyip Erdogan sebelumnya telah memperingatkan bahwa Swedia tidak akan diterima ke dalam aliansi militer jika pembakaran Alquran terjadi di sana.
Turki, bersama Hungaria, sejauh ini telah menahan tawaran Swedia - diluncurkan setelah invasi Rusia ke Ukraina - meskipun Erdogan mengatakan awal bulan ini bahwa ia akan mengirim aplikasi NATO negara Nordik ke parlemen.
Organisasi Kerja Sama Islam yang beranggotakan 57 negara memperkenalkan resolusi yang disahkan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 12 Juli yang menyerukan negara-negara untuk meninjau kembali undang-undang mereka yang mencegah penuntutan "kebencian agama".
Wakil Perdana Menteri Ebba Busch dari Demokrat Kristen mengatakan awal bulan ini Swedia sendiri yang menentukan undang-undangnya dan tidak akan dipengaruhi oleh agama atau undang-undang negara lain.
"Swedia tidak membelakangi Islamisme. Membakar kitab suci itu tercela tapi tidak ilegal," cuitnya pada 7 Juli setelah sebuah Alquran dibakar di luar masjid Stockholm.
Perubahan undang-undang potensial apa pun yang akan membuat tindakan semacam itu ilegal juga sangat tidak mungkin disahkan karena pemerintah minoritas bergantung pada dukungan Demokrat Swedia, partai terbesar kedua di parlemen setelah pemilu tahun lalu, yang anti-imigran dan kritis terhadap Islam.
"Demokrat Swedia belum mempertimbangkan untuk memperkenalkan undang-undang semacam itu di Swedia, kami juga tidak bermaksud untuk mendukung undang-undang semacam itu jika diajukan di parlemen," kata Sekretaris Partai Demokrat Swedia Richard Jomshof kepada Reuters.
Lihat Juga :