Dirudal Besar-besaran Rusia, Ukraina Minta Lebih Banyak Sistem Misil Patriot

Kamis, 20 Juli 2023 - 05:01 WIB
Kyiv mengatakan Rusia menghancurkan infrastruktur ekspor biji-bijian dalam serangan terhadap dua pelabuhan Laut Hitamnya. Serangan itu dilakukan dengan rudal jelajah berbasis udara, darat dan laut, termasuk Kalibr, dan 32 drone buatan Iran.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia menembakkan 16 rudal jelajah Kalibr, delapan rudal jelajah X-22, enam rudal jelajah Oniks, sebuah peluru kendali X-59 dan 32 serangan UAV Shahed-136/13 di Ukraina dari Selasa malam hingga Rabu pagi.

Serangan besar-besaran Rusia terhadap fasilitas biji-bijian dan infrastruktur ekspor Ukraina terjadi setelah Rusia menarik diri dari kesepakatan biji-bijian internasional (Black Sea Grain Initiative) yang memungkinkan Kyiv mengekspor bahan pangan melintasi Laut Hitam.

Layanan militer Odesa, seperti dikutip BBC, Kamis (20/7/2023), mengatakan gempuran rudal dan drone Rusia itu sebagai "serangan yang benar-benar besar". Gelombang serangan tersebut menghantam target di sepanjang pantai Laut Hitam Ukraina.

Serangan itu merupakan serangan malam kedua berturut-turut di wilayah tersebut.

Kremlin mengeklaim bahwa permintaan ekspornya berdasarkan kesepakatan itu tidak dihormati dan terpaksa menarik diri keluar dari kesepakatan tersebut hanya beberapa jam sebelum meluncurkan serangan besar-besaran.

"Malam serangan udara yang sulit untuk seluruh Ukraina," kata Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Serhii Popko, dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Pasukan Ukraina mampu menembak jatuh sekitar 37 rudal, menurut para pejabat Kyiv, tetapi banyak yang berhasil menembus pertahanan. "Saya melihat kilatan merah di jendela dan langsung bereaksi," kata seorang penduduk di Odesa kepada Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!