Eks Petinggi NATO: Barat Bantu Ukraina atau Konflik Langsung dengan Rusia!
Sabtu, 20 Mei 2023 - 14:25 WIB
Sir Richard membandingkan situasinya dengan apa yang terjadi sebelum dimulainya Perang Dunia II, ketika Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler berangkat untuk menaklukkan sebagian besar Eropa.
"Kita harus mengakui bahwa sekali lagi di Eropa ada seorang otokrat berlumuran darah yang siap untuk menimbulkan penderitaan yang tak terkatakan pada tetangga demokratis yang damai untuk memajukan ambisinya yang angkuh. Kita pernah ke sini sebelumnya pada tahun 1939 hingga 1945. Dan kita di sini lagi," kata Sir Richard.
Komentarnya muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi ibu kota Eropa pekan lalu, di mana para pemimpin menjanjikan miliaran dolar lebih banyak dalam dukungan militer untuk Ukraina menjelang serangan musim semi.
Para pemimpin di AS dan Eropa telah berhati-hati dalam memberikan bantuan militer kepada Ukraina yang telah diminta, dilaporkan percaya bahwa hal itu dapat memusuhi Rusia dan menyebabkan konflik langsung antara Rusia dengan NATO.
Kubu garis keras Rusia telah mengancam sekutu-sekutu NATO dengan ancaman serangan nuklir atas dukungan mereka kepada Ukraina.
Sejauh ini, AS dan sekutunya telah menjanjikan USD150 juta bantuan ke Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi ke negara itu pada Februari 2022. Angka itu menurut lembaga think tank Jerman Kiel Institute pada Januari.
"Kita harus mengakui bahwa sekali lagi di Eropa ada seorang otokrat berlumuran darah yang siap untuk menimbulkan penderitaan yang tak terkatakan pada tetangga demokratis yang damai untuk memajukan ambisinya yang angkuh. Kita pernah ke sini sebelumnya pada tahun 1939 hingga 1945. Dan kita di sini lagi," kata Sir Richard.
Komentarnya muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi ibu kota Eropa pekan lalu, di mana para pemimpin menjanjikan miliaran dolar lebih banyak dalam dukungan militer untuk Ukraina menjelang serangan musim semi.
Para pemimpin di AS dan Eropa telah berhati-hati dalam memberikan bantuan militer kepada Ukraina yang telah diminta, dilaporkan percaya bahwa hal itu dapat memusuhi Rusia dan menyebabkan konflik langsung antara Rusia dengan NATO.
Kubu garis keras Rusia telah mengancam sekutu-sekutu NATO dengan ancaman serangan nuklir atas dukungan mereka kepada Ukraina.
Sejauh ini, AS dan sekutunya telah menjanjikan USD150 juta bantuan ke Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi ke negara itu pada Februari 2022. Angka itu menurut lembaga think tank Jerman Kiel Institute pada Januari.
Lihat Juga :