2 Cara China Memperkuat Jaringan Intelijen, Salah Satunya Memanfaatkan Diaspora

Selasa, 16 Mei 2023 - 20:30 WIB
Ilustrasi cara kerja agen intelijen dalam mengumpulkan informasi penting. Foto/Reuters
BEIJING - Sebagai negara dengan kekuatan besar, China terus memperkuat jaringan spionasenya. Mereka juga terus menambah jumlah aset yang menjadi penyedia informasi kepada para agen intelijen China.

Peningkatan aktivitas spionase yang dilakukan China terbukti dengan penangkapan para aset dan agen intelijen Beijing. Yang terbaru adalah seorang pria asal Massachusetts, Amerika Serikat (AS), ditangkap karena memberikan informasi terkait aktivitas pembangkang China. Pria itu adalah Litang Liang, 63, dari Brighton, yang ditangkap pada 9 Mei 2023 lalu.



Departemen Kehakiman AS menyatakan, Liang telah menyampaikan informasi tentang penduduk Boston, kelompok pembangkang China, dan organisasi pro-Taiwan, kepada para pejabat pemerintah China. Liang mengorganisir demonstrasi terhadap para pembangkang pro-demokrasi dan menyerahkan foto mereka kepada Kementerian Keamanan Publik.

Insiden tersebut menunjukkan aktivitas spionase yang dilakukan China telah menunjukkan peningkatan. Berikut adalah 2 strategi yang dilakukan China dalam memperkuat jaringan spionasenya di luar negeri.

Baca Juga: China Vonis Penjara Seumur Hidup Warga AS yang Lakukan Spionase
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!