Bocoran Dokumen Pentagon Sebut Negara Pro-Rusia Ini Setuju Persenjatai Ukraina
Kamis, 13 April 2023 - 04:23 WIB
Serbia juga dilaporkan memiliki kemampuan militer dan kemauan politik untuk menyediakan senjata di masa depan.
Dokumen Pentagon tentang kontribusi Eropa itu diberi tanda "Rahasia/Noforn", yang artinya tidak boleh diperlihatkan kepada warga negara asing mana pun, termasuk sekutu.
Kementerian Luar Negeri Serbia belum mengomentari dokumen tersebut, tetapi berita tersebut akan menimbulkan kontroversi politik di negara yang secara tradisional mendukung Rusia, yang secara konsisten mendukung Beograd dalam perang Balkan tahun 1990-an.
Dalam jajak pendapat tahun lalu, 66% orang Serbia mengatakan mereka percaya Rusia sebagai "sahabat terbaik" negara mereka, menjadikan Serbia sebagai orang asing di dunia dalam hal itu.
Baca Juga: 4 Hal Besar yang Terkuak dalam Dokumen Pentagon
Serbia juga satu-satunya negara Eropa yang menentang semua sanksi terhadap Rusia. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, telah berusaha untuk mempertahankan hubungan dengan Moskow dan Beijing sambil berusaha untuk tidak sepenuhnya mengasingkan AS dan UE. Pemerintahannya telah beberapa kali memberikan suara menentang Rusia di majelis umum PBB atas invasinya ke Ukraina.
Dokumen Pentagon tentang kontribusi Eropa itu diberi tanda "Rahasia/Noforn", yang artinya tidak boleh diperlihatkan kepada warga negara asing mana pun, termasuk sekutu.
Kementerian Luar Negeri Serbia belum mengomentari dokumen tersebut, tetapi berita tersebut akan menimbulkan kontroversi politik di negara yang secara tradisional mendukung Rusia, yang secara konsisten mendukung Beograd dalam perang Balkan tahun 1990-an.
Dalam jajak pendapat tahun lalu, 66% orang Serbia mengatakan mereka percaya Rusia sebagai "sahabat terbaik" negara mereka, menjadikan Serbia sebagai orang asing di dunia dalam hal itu.
Baca Juga: 4 Hal Besar yang Terkuak dalam Dokumen Pentagon
Serbia juga satu-satunya negara Eropa yang menentang semua sanksi terhadap Rusia. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, telah berusaha untuk mempertahankan hubungan dengan Moskow dan Beijing sambil berusaha untuk tidak sepenuhnya mengasingkan AS dan UE. Pemerintahannya telah beberapa kali memberikan suara menentang Rusia di majelis umum PBB atas invasinya ke Ukraina.
Lihat Juga :