Takut Jadi Korban Rudal Rusia, Maskapai Eropa Hentikan Penerbangan ke Moldova
Rabu, 01 Maret 2023 - 05:11 WIB
Sekarang, Wizz Air—maskapai murah milik Hongaria—telah mengumumkan tidak akan lagi terbang ke dan dari Ibu Kota Moldova, Chisinau, mulai 14 Maret karena situasi keamanan yang memburuk.
"Keselamatan penumpang dan awak tetap menjadi prioritas nomor satu Wizz Air," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip news.com.au, Rabu (1/3/2023).
“Mengikuti perkembangan terakhir di Moldova dan risiko yang meningkat, tetapi tidak akan terjadi, di wilayah udara negara, Wizz Air telah membuat keputusan yang sulit namun bertanggung jawab untuk menangguhkan semua penerbangan ke [Ibu Kota Moldova] Chisinau mulai 14 Maret.”
Kementerian infrastruktur terkait membalas langkah Wizz Air, bersikeras penerbangan dapat dilakukan dengan aman.
Namun, pengumuman besar datang ini hanya beberapa minggu setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada KTT Uni Eropa bahwa Kiev telah mengintersepsi rencana penghancuran Moldova oleh intelijen Rusia.
“Dokumen ini menunjukkan siapa, kapan, dan bagaimana akan menghancurkan [negara] demokrasi Moldova dan membangun kendali atas Moldova,” katanya.
"Keselamatan penumpang dan awak tetap menjadi prioritas nomor satu Wizz Air," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip news.com.au, Rabu (1/3/2023).
“Mengikuti perkembangan terakhir di Moldova dan risiko yang meningkat, tetapi tidak akan terjadi, di wilayah udara negara, Wizz Air telah membuat keputusan yang sulit namun bertanggung jawab untuk menangguhkan semua penerbangan ke [Ibu Kota Moldova] Chisinau mulai 14 Maret.”
Kementerian infrastruktur terkait membalas langkah Wizz Air, bersikeras penerbangan dapat dilakukan dengan aman.
Namun, pengumuman besar datang ini hanya beberapa minggu setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada KTT Uni Eropa bahwa Kiev telah mengintersepsi rencana penghancuran Moldova oleh intelijen Rusia.
“Dokumen ini menunjukkan siapa, kapan, dan bagaimana akan menghancurkan [negara] demokrasi Moldova dan membangun kendali atas Moldova,” katanya.
Lihat Juga :