Siapa di Balik Ledakan Bom Nordic yang Menghancurkan Nord Stream 1 dan 2?

Kamis, 23 Februari 2023 - 19:00 WIB
Laporan Hers meyakinkan dugaan serangan tersebut. Hers mengatakan bahwa ahli selam yang dilatih di US Navy Diving and Salvage Center di Florida telah menanam bahan peledak. Disebutkan bahwa penyelam telah melakukan operasi rahasia serta bahaya selama BALTOPS 22, rangkaian militer di Laut Baltik yang dilakukan oleh beberapa negara NATO.

Baca: Rusia: AS Harus Buktikan Jika Memang Tidak Hancurkan Nord Stream

Bahan peledak yang terpasang pada pipa dilengkapi dengan sensor yang memungkinkan untuk diledakkan dari jarak jauh di kemudian hari. Dalam laporannya, Hers menilai ledakan dipicu oleh pelampung sonar yang dijatuhkan oleh pesawat terbang.

Jalur pipa gas alam Nord Stream sendiri menelan biaya sekitar USD20 miliar serta membutuhkan waktu yang lama untuk membangunnya. Diketahui, jalur pipa tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur energi Eropa. Amerika Serikat diklaim melakukan serangan tersebut sebagai tanggapan atas invasi Rusia dan Ukraina. Selain itu, juga digunakan untuk mengekang ketergantungan Eropa dan gas alam dari Rusia.

Hers juga mengatakan dalam laporannya, AS meminta bantuan dari Norwegia pada Maret 2022. Bahkan agen CIA terbang ke Norwegia guna membahas operasi tersebut dengan Agen Rahasia serta Angkatan Laut Norwegia. Sesuai laporan, Angkatan Laut Norwegia juga yang memilih tempat untuk dijadikan target.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!