Tahun 2100, Penduduk Dunia Bakal Menyusut Drastis

Kamis, 16 Juli 2020 - 06:39 WIB
Meski angka kelahiran menurun, para peneliti mengatakan sistem imigrasi kemungkinan dapat menambal penyusutan penduduk disuatu negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Kanada. Pintu imigrasi kemungkinan akan dibuka untuk meminimalisasi terjadinya gangguan di dalam rantai ekonomi negara. “Sejak 1960-an, dunia sangat fokus pada pemulihan penduduk setelah banyak yang tewas akibat perang besar,” kata Dr Christopher Murray, komandan penelitian tersebut.

Berdasarkan data Global Burden of Disease Study pada 2017, para peneliti memprediksi wilayah yang akan meng alami penyusutan tercepat terjadi di Asia dan Eropa, kecuali Eropa Barat. Mereka memproyeksikan penduduk Jepang akan berkurang dari 128 juta jiwa pada 2017 menjadi 60 juta jiwa pada 2100.

Di samping Jepang, Thailand juga diprediksi mengalami penyusutan dari 71 juta jiwa menjadi 35 juta jiwa, Spanyol dari 46 juta jiwa menjadi 23 juta jiwa, Italia dari 61 juta jiwa menjadi 31 juta jiwa, Portugal dari 11 juta jiwa menjadi 5 juta jiwa, dan Korea Selatan (Korsel) dari 53 juta jiwa menjadi 27 juta jiwa. (Baca juga: Tidak Dipecat, Begini Nasib ASN yang Instansinya Dibubarkan)

Sebanyak 34 negara lainnya juga diprediksi mengalami penyusutan penduduk, tak terkecuali China yang akan mengalami penurunan sebesar 50%. Menurut Murray, selain jumlah penduduk menyusut, sebagian besar negara akan diisi orang tua sehingga dampak terhadap ekonomi tidak akan dapat dielakkan. “Akan ada lebih banyak orang yang memerlukan bantuan dari program pemerintah, baik keamanan sosial ataupun asuransi kesehatan, dan akan ada lebih sedikit orang yang membayar pajak,” tambahnya.

Para peneliti sebelumnya juga mengatakan jumlah penduduk di sub-Sahara Afrika akan membeludak tiga kali lipat pada akhir abad ini, yakni dari 1,03 miliar jiwa pada 2017 menjadi 3,07 miliar pada 2100. Afrika Utara dan Timur Tengah menjadi kawasan lain yang diprediksi mengalami kenaikan jumlah penduduk dari 600 juta jiwa menjadi 978 juta jiwa. “Karena angka kelahiran yang masih tinggi, Afrika akan terus mengalami kenaikan, bahkan dalam jangka panjang,” ujar Murray. “Jumlah penduduk Afrika akan mencapai titik sangat tinggi pada akhir Abad 21. Afrika bahkanakan menyumbangkan separuh dari total penduduk dunia.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!