Kabur dari Wamil, 5 Pria Rusia Berbulan-bulan Tinggal di Bandara

Minggu, 29 Januari 2023 - 09:49 WIB
Kelompok hak asasi telah meminta pemerintah Korea Selatan untuk menerima para pria itu sebagai pengungsi.

“Mereka yang mengajukan status pengungsi setelah melarikan diri dari penganiayaan politik dan agama dari negara asalnya memiliki hak atas perlindungan di bawah hukum internasional,” demikian pernyataan dari kelompok advokasi hak asasi Korsel.

"Sangat mungkin bahwa orang-orang itu akan ditahan atau dipaksa wajib militer jika mereka kembali ke rumah," tambah kelompok itu.

“Mereka adalah pengungsi politik yang menghadapi penganiayaan,” tegas mereka.

Para pria Rusia itu telah mengajukan banding atas keputusan tersebut dan tiga dari mereka akan menghadapi putusan pertama mereka pada 31 Januari mendatang di mana pengadilan, kata Lee, akan memutuskan apakah kasus mereka layak untuk dievaluasi.

Jika keputusan pengadilan mendukung mereka, Kementerian Kehakiman kemudian harus meninjau aplikasi status pengungsi para pria Rusia tersebut.

Wajib militer adalah masalah sensitif di Korea Selatan, di mana dinas militer wajib untuk semua pria berbadan sehat antara usia 18 dan 35 tahun.

Bahkan atlet negara atau superstar K-pop pun tidak dibebaskan dari wajib militer. Keberatan hati nurani, yang ilegal selama beberapa dekade, tidak diizinkan sampai keputusan penting pada tahun 2018. Namun, kelompok agama terus menyuarakan keprihatinan tentang bentuk "layanan alternatif" yang melibatkan bekerja di lembaga pemasyarakatan selama tiga tahun.

Baca: Brasil Dilaporkan Tolak Jual Amunisi Tank ke Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!