Rezim Jong-un Eksekusi 15 Pejabat, Korut Sebut Fitnah
Kamis, 07 Mei 2015 - 17:23 WIB
Rezim Jong-un Eksekusi 15 Pejabat, Korut Sebut Fitnah
A
A
A
PYONGYANG - Pejabat Korea Utara (Korut) mengecam laporan dari agen mata-mata Korea Selatan (Korsel) bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un memerintahkan eksekusi terhadap 15 pejabat senior. Korut menyebut laporan itu sebagai “fitnah berbahaya”.
Laporan itu muncul setelah Badan Intelijen Nasional Korsel mengatakan kepada komite parlemen Korsel pekan lalu, bahwa rezim Jong-un telah memerintahkan eksekusi terhadap 15 pejabat, termasuk wakil menteri karena menentang perintah Kim Jong-un.
”Fitnah berbahaya,” kata Pak Chol-yong, Deputi Insititut Korut untuk Penelitian Reunifikasi Nasional, kepada CNN, Kamis (7/5/2015). ”Terutama ketika mereka mencoba untuk menghubungkan tuduhan itu terhadap Pemimpin Tertinggi Kami, Kim Jong-un,” lanjut Pak.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa, eksekusi memang terjadi di Korut. Tapi, bukan seperti yang dituduhkan intelijen Korsel, melainkan terhadap beberapa orang yang berupaya menggulingkan pemerintah Korut.
“Hal ini sangat normal untuk negara manapun untuk menghukum mereka dan mengeksekusi mereka,” lanjut Pak, mengacu pada beberapa orang yang dieksekusi atas tuduhan ingin melakukan kudeta di Korut.
Menurut CNN, pada 2013 Kim Jong-un, diyakini memerintahkan pembersihan terhadap kroni pamannya, Jang Song-thaek yang dieksekusi karena korupsi dan melakukan kejahatan lain di Korut.
Laporan itu muncul setelah Badan Intelijen Nasional Korsel mengatakan kepada komite parlemen Korsel pekan lalu, bahwa rezim Jong-un telah memerintahkan eksekusi terhadap 15 pejabat, termasuk wakil menteri karena menentang perintah Kim Jong-un.
”Fitnah berbahaya,” kata Pak Chol-yong, Deputi Insititut Korut untuk Penelitian Reunifikasi Nasional, kepada CNN, Kamis (7/5/2015). ”Terutama ketika mereka mencoba untuk menghubungkan tuduhan itu terhadap Pemimpin Tertinggi Kami, Kim Jong-un,” lanjut Pak.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa, eksekusi memang terjadi di Korut. Tapi, bukan seperti yang dituduhkan intelijen Korsel, melainkan terhadap beberapa orang yang berupaya menggulingkan pemerintah Korut.
“Hal ini sangat normal untuk negara manapun untuk menghukum mereka dan mengeksekusi mereka,” lanjut Pak, mengacu pada beberapa orang yang dieksekusi atas tuduhan ingin melakukan kudeta di Korut.
Menurut CNN, pada 2013 Kim Jong-un, diyakini memerintahkan pembersihan terhadap kroni pamannya, Jang Song-thaek yang dieksekusi karena korupsi dan melakukan kejahatan lain di Korut.
(mas)