Kasus Budak Seks PD II, Dua Korea Marah pada Jepang

Kamis, 30 April 2015 - 17:25 WIB
Kasus Budak Seks PD...
Kasus Budak Seks PD II, Dua Korea Marah pada Jepang
A A A
SEOUL - Meski selama ini bermusuhan, Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) hari ini (30/4/2015) kompak meluapkan kemarahan mereka kepada Jepang. Musababnya, Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, tidak meminta maaf atas penggunaan wanita-wanita Asia sebagai budak seksual tentara Jepang selama Perang Dunia (PD) II.

Selain wanita Korsel dan Korut, wanita China dan Indonesia juga disebut menjadi korban perbudakan seksual tentara militer Jepang di masa lalu. PM Abe tidak meminta maaf selama kunjungannya ke Amerika Serikat (AS).

Kementerian Luar Negeri dua Korea sama-sama mengeluarkan pernyataan yang mengecam Abe, karena telah mendistorsi sejarah. Dalam pidatonya di hadapan Kongres AS, Abe menyatakan "penyesalan mendalam" atas tindakan Jepang terhadap negara-negara tetangga di Asia selama Perang Dunia II.

Namun, ia tidak meminta maaf atas kasus perbudakan seksual tentara Jepang terhadap para wanita Asia. Padahal, permintaan maaf itu telah dituntut negara-negara korban PD II, seperti China dan Korsel.

”Hal ini sangat disesalkan bahwa pidato Perdana Menteri Jepang (Shinzo) Abe di Kongres AS, kurang permintaan maaf yang tulus,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel dalam sebuah pernyataan.

Para sejarawan memperkirakan bahwa, sekitar 200 ribu wanita Asia, terutama dari semenanjung Korea, dipaksa bekerja di rumah bordil militer Jepang selama PD II.

Kementerian Luar Negeri Korut melalui seorang juru bicara mengatakan bahwa kegagalan Abe untuk menawarkan permintaan maaf merupakan “penghinaan tak terkatakan terhadap wanita yang menderita.” Korut menuduh Abe bekerjasama dengan kelompok sayap kanan Jepang yang mencoba untuk meniadakan kejahatan perang Jepang.

”Hal ini dapat dilakukan hanya oleh seorang hooligan tanpa moralitas dan hati nurani manusia, dan seorang psikopat yang kehilangan akal sehatnya,” tulis kantor berita Korut, KCNA, mengutip juru bicara kementerian itu.
(mas)
Berita Terkait
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Tambah Mesra di Tengah...
Tambah Mesra di Tengah Ancaman Korut, PM Jepang Sambangi Seoul
Korea Utara Peringatkan...
Korea Utara Peringatkan NATO Merayap ke Asia
Negara-Negara yang Membenci...
Negara-Negara yang Membenci Korea Utara
Korut Uji Coba Rudal,...
Korut Uji Coba Rudal, Trio Korsel-AS-Jepang Gelar Latihan Anti Kapal Selam
AS, Korsel, Jepang Desak...
AS, Korsel, Jepang Desak Dunia Usir Pekerja IT Asal Korut
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
11 menit yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
1 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
3 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Dianggap Tak Bantu Rusia,...
Dianggap Tak Bantu Rusia, Putin Disebut Marah pada China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved