Media Australia: Jokowi Tunduk pada Megawati

Selasa, 28 April 2015 - 13:35 WIB
Media Australia: Jokowi...
Media Australia: Jokowi Tunduk pada Megawati
A A A
CANBERRA - Menjelang eksekusi gembong narkoba duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, media Australia secara mengejutkan melansir laporan yang mengusik sosok Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Media Australia, Sydney Morning Herald (SMH), menyebut Jokowi presiden yang tunduk pada Megawati Soekarnoputri.

Indonesian President Widodo under corrupt thumb of Megawati,” demikian judul media Australia itu yang dilansir hari ini (28/4/2015).

Dalam pemberitaan itu, diceritakan awal mula Jokowi meraih kursi kekuasaan sebagai Presiden Indonesia. Namun, kewibawaan Jokowi kemudian diusik terkait dengan Kongres PDIP belum lama ini. ”Joko Widodo, yang mengambil kekuasaan hanya enam bulan yang lalu dengan penilaian dan persetujuan bulat, seharusnya dipestakan ketika ia muncul sebelum kongres nasional partainya awal bulan ini,” tulis media Australia itu.

“Sebaliknya, ia dipermalukan. Saat ia duduk di barisan depanketua partainya, Megawati Soekarnoputri, dia dikuliahi dari podium. Dia mengatakan bahwa ia berutang padanya. Dia mengatakan kepadanya untuk melakukan seperti dia katakana,” lanjut sindiran media Australia itu.

Pidato Megawati juga ikut dikutip media itu untuk menggambarkan kelemahan sosok Presiden Jokowi. ”Sebagai perpajangan tangan partai, Anda petugasnya. Jika Anda tidak ingin disebut petugas partai, keluar!,” bunyi kutipan pidato Mega itu. Beberapa petinggi PDIP sejatinya telah mengkonfirmasi bahwa pidato Mega itu tidak secara khusus ditujukan kepada Jokowi.

SMH menulis bahwa Jokowi sosok yang patuh menerima penghinaan. Polemik pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri tak luput diulas SMH untuk menguatkan asumsi bahwa sosok Mega berpengaruh kuat dalam keputusan Jokowi, meski akhirnya Budi Gunawan batal menjadi Kapolri.

Terkait eksekusi gembong narkoba Bali Nine, SMH juga menganggap itu hasil dari tekanan Megawati. ”Megawati mengatakan kepadanya (Jokowi) di kongres partai, ‘Mengapa tidak dieksekusi? Anda jangan tunduk pada tekanan asing’ kata Greg Fealy, sejarawan politik dari Australian National University (ANU) kepada media Australia tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Nenek Gembong Narkoba...
Nenek Gembong Narkoba Tak Jadi Dieksekusi di Indonesia, Dipulangkan ke Inggris
Setelah Mary Jane, Indonesia...
Setelah Mary Jane, Indonesia Bakal Bebaskan 5 Gembong Narkoba Bali Nine
China Hukum Mati Gembong...
China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia
China Hukum Mati Gembong...
China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia, Canberra Marah
Arab Saudi Eksekusi...
Arab Saudi Eksekusi Pria Yordania yang Diklaim Disiksa agar Mengaku Jadi Gembong Narkoba
Terbukti Miliki Sabu...
Terbukti Miliki Sabu 13 Kg dan 2.200 Pil Ekstasi, Terdakwa Niko Rafhika Dituntut Pidana Mati
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
3 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
8 jam yang lalu
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved