Soal Pidato Tamparan Korut di KAA, Korsel: No Comment!
Kamis, 23 April 2015 - 13:06 WIB
Soal Pidato Tamparan Korut di KAA, Korsel: No Comment!
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) enggan mengomentari pidato "tamparan" Presiden Parlemen Korea Utara (Korut) Kim Jong-nam yang disampaikan di Konfrensi Asia Afrika (KAA) kemarin. Dalam pidatonya, Jong-nam mengkritik Korsel dan menghujat Amerika Serikat (AS), sekutu Korsel.
"No comment!," ujar Wakil Perdana Menteri Korsel, Hwang Woo-yea, saat ditanya wartawan mengenai respons Korsel atas pidato Kim Jong-nam. Dua kata singkat itu diucapkan Wakil PM Korsel, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, di Jakarta Kamis (23/4/2015). (Baca: Di KAA, Korut Kecam AS)
Dalam pertemuan dengan JK, Woo-yea menyatakan ada tiga hal yang dibahas. Yakni, soal kerja sama pembangunan infrastuktur, pertanian dan manufaktur.
"Tadi saya bicara dengan Bapak Jusuf Kalla tentang tiga hal tersebut," ucapnya. Dia juga menyampaikan alasan mengapa Presiden Korsel, Park Geun-hye tidak bisa datang ke Jakarta untuk menghadiri KAA.
"Saya sampaikan salam dari Ibu Presiden kami. Sebenarnya Ibu Presiden kami ingin datang ke KAA, namun dia tidak bisa karena sudah pergi ke luar negeri. Dia melakukan kunjungan ke Amerika Latin. Ibu Presiden menunjuk saya untuk menggantikannya sebagai delegasi di sini," ucapnya.
Kemarin, saat pidato di KAA, Kim Jong-nam yang mewakili pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengkritik Korsel dan menghujat AS secara keras.
"AS terus memobilisasi ribuan pasukan mereka. Selain itu, mereka dan seluruh pengikutnya terus menjatuhkan sanksi kepada kami tanpa alasan yang jelas," kata Jong-nam.
"AS Adalah negara dengan simpanan nuklir terbesar di dunia, dan mereka adalah pelanggar HAM terbesar di dunia," lanjut dia.
"No comment!," ujar Wakil Perdana Menteri Korsel, Hwang Woo-yea, saat ditanya wartawan mengenai respons Korsel atas pidato Kim Jong-nam. Dua kata singkat itu diucapkan Wakil PM Korsel, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, di Jakarta Kamis (23/4/2015). (Baca: Di KAA, Korut Kecam AS)
Dalam pertemuan dengan JK, Woo-yea menyatakan ada tiga hal yang dibahas. Yakni, soal kerja sama pembangunan infrastuktur, pertanian dan manufaktur.
"Tadi saya bicara dengan Bapak Jusuf Kalla tentang tiga hal tersebut," ucapnya. Dia juga menyampaikan alasan mengapa Presiden Korsel, Park Geun-hye tidak bisa datang ke Jakarta untuk menghadiri KAA.
"Saya sampaikan salam dari Ibu Presiden kami. Sebenarnya Ibu Presiden kami ingin datang ke KAA, namun dia tidak bisa karena sudah pergi ke luar negeri. Dia melakukan kunjungan ke Amerika Latin. Ibu Presiden menunjuk saya untuk menggantikannya sebagai delegasi di sini," ucapnya.
Kemarin, saat pidato di KAA, Kim Jong-nam yang mewakili pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengkritik Korsel dan menghujat AS secara keras.
"AS terus memobilisasi ribuan pasukan mereka. Selain itu, mereka dan seluruh pengikutnya terus menjatuhkan sanksi kepada kami tanpa alasan yang jelas," kata Jong-nam.
"AS Adalah negara dengan simpanan nuklir terbesar di dunia, dan mereka adalah pelanggar HAM terbesar di dunia," lanjut dia.
(mas)