Tegang, 112 WNI Dievakuasi saat Baku Tembak Pecah di Aden
Senin, 13 April 2015 - 14:11 WIB
Tegang, 112 WNI Dievakuasi saat Baku Tembak Pecah di Aden
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri mengungkapkan suasan tegang saat mengevakuasi 112 WNI yang terjebak di zona perang di Aden, Yaman. Mereka dievakuasi saat baku tembak pecah di Aden.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, baku tembak hampir terjadi setiap hari di sekitar jalur evakuasi di Aden.
"Di Aden, tiap pagi selalu ada kontak senjata. Kebetulan kontak senjata itu terjadi di jalur yang menuju pelabuhan. Ya, selalu ada kontak senjata," ucap Iqbal pada Senin (13/4/2015).
Beruntung, ratusan WNI itu berhasil dievakuasi dengan selamat di tengah situasi perang antara kelompok Houthi dan pasukan Presiden Yaman, Mansour Hadi, berkecamuk di Aden.
Keberhasilan evakuasi 112 WNI itu tak lepas dari bantuan Palang Merah Intetnasional (ICRC). "Kita pindahkan mereka kemarin setelah ICRC berbicara kepada kedua belah pihak yang berikai agar menciptakan humanitarian coridor selama beberapa jam setiap harinya," katanya.
"Jumlah total WNI yang berhasil dievakuasi dari Aden 112 orang, di mana 82 di antaranya pelajar," katanya lagi.
Ke-112 WNI tersebut telah dibawa ke Djibouti dengan menggunakan empat buah bus. Mereka dikawal ICRC. Mereka dibawa ke Dijbouti setelah kapal yang disewa Pemerintah Indonesia berhasil merapat ke sekitar pelabuhan Aden.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, baku tembak hampir terjadi setiap hari di sekitar jalur evakuasi di Aden.
"Di Aden, tiap pagi selalu ada kontak senjata. Kebetulan kontak senjata itu terjadi di jalur yang menuju pelabuhan. Ya, selalu ada kontak senjata," ucap Iqbal pada Senin (13/4/2015).
Beruntung, ratusan WNI itu berhasil dievakuasi dengan selamat di tengah situasi perang antara kelompok Houthi dan pasukan Presiden Yaman, Mansour Hadi, berkecamuk di Aden.
Keberhasilan evakuasi 112 WNI itu tak lepas dari bantuan Palang Merah Intetnasional (ICRC). "Kita pindahkan mereka kemarin setelah ICRC berbicara kepada kedua belah pihak yang berikai agar menciptakan humanitarian coridor selama beberapa jam setiap harinya," katanya.
"Jumlah total WNI yang berhasil dievakuasi dari Aden 112 orang, di mana 82 di antaranya pelajar," katanya lagi.
Ke-112 WNI tersebut telah dibawa ke Djibouti dengan menggunakan empat buah bus. Mereka dikawal ICRC. Mereka dibawa ke Dijbouti setelah kapal yang disewa Pemerintah Indonesia berhasil merapat ke sekitar pelabuhan Aden.
(mas)