Pada Menlu Saudi, RI Sampaikan Kekhawatiran akan Situasi di Yaman

loading...
Pada Menlu Saudi, RI Sampaikan Kekhawatiran akan Situasi di Yaman
Dalam pembicaraan tersebut, Retno menyampaikan kekhawatiran akan situasi di Yaman dan turut mengecam serangan Houthi ke Saudi. Foto/Kemlu RI
A+ A-
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal Bin Farhan Al Saud. Dalam pembicaraan telepon pada tanggal 15 September itu, Retno menyampaikan kekhawatiran akan situasi di Yaman dan turut mengecam serangan Houthi ke Saudi.

Berbicara saat melakukan konferensi pers virtual pada Kamis (17/9/2020), Retno mengatakan dalam pembicaraan itu dia menyerukan agar semua pihak dapat menahan diri dan segera menyepakati perjanjian perdamaian yang digagas oleh Utusan Khusus Sekjen PBB. (Baca juga: Donald Trump Berharap Arab Saudi Berdamai dengan Israel)

"Mengecam serangan yang dilakukan pihak Houthi ke wilayah negara tetangga termasuk ke Saudi Arabia. Menyampaikan kekhawatiran terhadap situasi kemanusiaan di lapangan, terutama di masa pandemi dan menekankan pentingnya melindungi rakyat sipil," sambungnya.

Retno kemudian, di tanggal yang sama juga dilakukan pertemuan di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas situasi di Yaman. Pertemuan itu antara lain mendengarkan briefing yang disampaikan Utusan Khusus Sekjen PBB, Martin Griffith dan Wakil Sekertaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan, Mark Lowcock mengenai situasi Yaman. (Baca juga: Umat Islam Pertanyakan Kehalalan Vaksin COVID-19, China Dekati Arab Saudi)



Dalam pertemuan DK PBB tersebut, Retno mengatakan, delegasi Indonesia menghimbau agar bandara Sanaa’ kembali dapat beroperasi mengingat bandara tersebut merupakan pintu masuk bantuan kemanusiaan yang diperlukan rakyat Yaman.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top