RI Butuh 350 Tahun, Palestina Sebut Merdeka Tak Bisa Cepat
Jum'at, 10 April 2015 - 19:35 WIB
RI Butuh 350 Tahun, Palestina Sebut Merdeka Tak Bisa Cepat
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Palestina menyatakan, kemerdekaan dari Israel akan membutuhkan waktu yang lama. Palestina belajar dari Indonesia yang butuh 350 tahun untuk merdeka dari pemerintah kolonial Belanda.
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk merdeka, 350 tahun. Afrika Selatan membutuhkan waktu ratusan tahun juga, India membutuhkan 400 tahun untuk merdeka," kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdaweh, Jumat (10/4/2015).
"Jadi, kolinialisme tidak akan bisa pergi dengan cepat, membutuhkan waktu dan rakyat kami berkomitmen untuk terus berjuang. Untungnya, saat ini dunia sudah mendukung kami, sehingga kami yakin ini (kemederkaan) sudah dekat," katanya.
Dia menegaskan, bahwa Israel menjadi hambatan terbesar bagi Palestina untuk merdeka. "Israel adakah hambatan yang nyata, pemerintah Israel yang terbentuk di bawah pimpinan (Benjamin) Netanyahu yang sayangnya saat ini ingkar dari komitmen mereka," ucap Mehdaweh mengacu pada negosiasi damai kedua belah pihak.
Dia juga mengecam pemerintah Israel yang cenderung menentang solusi dunia negara yang sudah didukung dunia internasional. "Ini (solusi dunia negara) sudah didukung oleh seluruh negara," katanya.
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk merdeka, 350 tahun. Afrika Selatan membutuhkan waktu ratusan tahun juga, India membutuhkan 400 tahun untuk merdeka," kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdaweh, Jumat (10/4/2015).
"Jadi, kolinialisme tidak akan bisa pergi dengan cepat, membutuhkan waktu dan rakyat kami berkomitmen untuk terus berjuang. Untungnya, saat ini dunia sudah mendukung kami, sehingga kami yakin ini (kemederkaan) sudah dekat," katanya.
Dia menegaskan, bahwa Israel menjadi hambatan terbesar bagi Palestina untuk merdeka. "Israel adakah hambatan yang nyata, pemerintah Israel yang terbentuk di bawah pimpinan (Benjamin) Netanyahu yang sayangnya saat ini ingkar dari komitmen mereka," ucap Mehdaweh mengacu pada negosiasi damai kedua belah pihak.
Dia juga mengecam pemerintah Israel yang cenderung menentang solusi dunia negara yang sudah didukung dunia internasional. "Ini (solusi dunia negara) sudah didukung oleh seluruh negara," katanya.
(esn)