Komandan al-Qaeda Narsis di Istana saat Yaman Kacau
Minggu, 05 April 2015 - 15:40 WIB
Komandan al-Qaeda Narsis di Istana saat Yaman Kacau
A
A
A
MUKALLA - Sejumlah foto menunjukkan seorang komandan Al-Qaeda narsis di sebuah istana pemerintah di Yaman setelah dia dibebaskan kelompok militan. Foto-foto itu telah beredar secara online.
Dalam salah satu foto, komandan senior al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Khalid Saeed Batarfi, tampak duduk santai di istana gubernur di Kota Mukalla. Dia berpura-pura menelepon dan memegang senjata.
Di foto lain, Batarfi terlihat berdiri menginjak bendera Yaman dalam bangunan istana yang ditinggalkan pejabatnya karena situasi sedang kacau. Sindonews belum bisa memverifikasi keaslian foto-foto itu secara independen.
Batarfi bersama 300 narapidana sebelumnya dijebloskan ke Penjara Pusat Mukalla oleh pemerintah Yaman. Namun, di tengah-tengah kekacauan akibat perang antara kelompok Houthi dan koalisi Teluk, kelompok AQAP menyerbu penjara dan membebaskan para tahanan itu. Kelompok AQAP juga menjarah senapan mesin dan peluncur roket.
Setelah mengambil alih penjara, kelompok menuliskan pesan di Twitter.”Semua saudara telah dibebaskan, termasuk Sheikh Batarfi yang kini berada di antara saudara-saudaranya, segala puji bagi Tuhan,” bunyi kicauan kelompok AQAP, seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (5/4/2015).
Batarfi dikenal untuk peran pentingnya dalam sebuah pertempuran tahun 2011-2012 antara AQAP dengan pasukan pemerintah Yaman. Kala itu AQAP berhasil merebut sejumlah wilayah di selatan dan timur Yaman.
Dalam salah satu foto, komandan senior al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Khalid Saeed Batarfi, tampak duduk santai di istana gubernur di Kota Mukalla. Dia berpura-pura menelepon dan memegang senjata.
Di foto lain, Batarfi terlihat berdiri menginjak bendera Yaman dalam bangunan istana yang ditinggalkan pejabatnya karena situasi sedang kacau. Sindonews belum bisa memverifikasi keaslian foto-foto itu secara independen.
Batarfi bersama 300 narapidana sebelumnya dijebloskan ke Penjara Pusat Mukalla oleh pemerintah Yaman. Namun, di tengah-tengah kekacauan akibat perang antara kelompok Houthi dan koalisi Teluk, kelompok AQAP menyerbu penjara dan membebaskan para tahanan itu. Kelompok AQAP juga menjarah senapan mesin dan peluncur roket.
Setelah mengambil alih penjara, kelompok menuliskan pesan di Twitter.”Semua saudara telah dibebaskan, termasuk Sheikh Batarfi yang kini berada di antara saudara-saudaranya, segala puji bagi Tuhan,” bunyi kicauan kelompok AQAP, seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (5/4/2015).
Batarfi dikenal untuk peran pentingnya dalam sebuah pertempuran tahun 2011-2012 antara AQAP dengan pasukan pemerintah Yaman. Kala itu AQAP berhasil merebut sejumlah wilayah di selatan dan timur Yaman.
(mas)