Perang di Yaman, Saudi Disebut Kerahkan Pasukan Khusus

Minggu, 05 April 2015 - 08:30 WIB
Perang di Yaman, Saudi...
Perang di Yaman, Saudi Disebut Kerahkan Pasukan Khusus
A A A
RIYADH - Arab Saudi disebut sudah mengerahkan pasukan khusus dalam perang di Yaman untuk memerangi milisi Houthi. Hal itu diungkap seorang penasihat di pemerintahan Arab Saudi.

Arab Saudi yang memimpin koalisi Teluk telah membombardir Yaman sejak 26 Maret 2015. Namun, Saudi mengklaim belum memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan darat di Yaman, meski pemerintah Yaman di bawah kepemimpinan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi telah berkali-kali memintanya.

Penasihat Saudi yang diwawancarai dengan syarat anonim itu, mengatakan, bahwa pasukan khusus Angkatan Laut Saudi benar-benar telah menginjakkan kaki di tanah Yaman. Pasukan khusus Saudi itu bertugas memasok senjata dan peralatan komunikasi kepada milisi loyalis Presiden Hadi di Kota Aden selatan.

Pasukan khusus Saudi itu juga melakukan koordinasi dan memberikan bimbingan kepada pasukan loyalis Presiden Hadi untuk meluncurkan serangan balasan kepada pasukan pemberontak Houthi.

“Pasukan khusus akan melanjutkan keterlibatan mereka dengan pasukan loyalis Hadi, yang telah mencari perlindungan di Arab Saudi,” kata penasihat di pemerintahan Saudi itu. Penasihat itu juga mengungkap keterlibatan pasukan khusus Saudi dalam menginvasi pulau Myun di Selat Bab al-Mandab, yang jadi lalu lintas perdagangan maritim dunia.

”Pasukan khusus telah mengisolasi pulau ituu seperti halnya operasi untuk menghancurkan semua sisa-sisa milisi Houthi,” ujar penasihat tersebut, seperti dilansir AFP, Minggu (5/4/2015).

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Adel al-Jubeir, seperti dilansir Reuters,sebelumnya mengisyaratkan, bahwa pasukan khusus Saudi akan dilibatkan dalam agresi di Yaman. Tapi, untuk saat ini dia mengkonfirmasi, bahwa negaranya belum mengerahkan pasukan khusus itu. ”Kami tidak memiliki pasukan, pasukan resmi Saudi di Aden,” katanya.

Sedangkan juru bicara koalisi Teluk, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, mengatakan, bahwa belum ada pengumuman resmi pengerahan pasukan Saudi ke tanah Yaman. Sejauh ini agresi baru dilakukan melalui serangan udara dan laut. ”Bahkan jika itu (pengerahan pasukan khusus) benar, saya pikir keamanan dan keselamatan operasi yang paling penting bagi kami, daripada mengumumkannya melalui media,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
34 menit yang lalu
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
2 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
6 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
8 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
10 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved