Masjid di Sanaa Dihantam Bom, Yaman Mencekam
Minggu, 22 Maret 2015 - 14:48 WIB
Masjid di Sanaa Dihantam Bom, Yaman Mencekam
A
A
A
SANAA - Sebuah masjid di pusat kota Sanaa, Yaman luluh lantak akibat dihantam bom bunuh diri. Ratusan orang dilaporkan tewas dalam serangan terbaru di negara tersebut, yang membuat suasan Yaman kian mencekam.
Masjid itu diketahui digunakan oleh kelompok pemberontak Houthi yang mengontrol Kota Sanaa. Kondisi Yaman, khususnya Sanaa memang jauh dari kata kondusif semenjak Houti mulai melakukan serangan terhadap pemerintah Yaman beberapa waktu lalu.
Menurut petugas medis setempat, seperti dilansir Independent, semalam setidaknya 137 orang tewas akibat serangan tersebut, dan 357 orang menjadi korban luka serangan dahsyat itu. Kondisi ini dilaporkan membuat beberapa rumah sakit di Sanaa kewalahan, dan meminta bantuan untuk mengurusi para pasien.
Salah seorang korban selamat, Mohammed al Ansi mengatakan, masjid tersebut mendadak berubah menjadi kubangan darah ketika insiden itu terjadi. “Kepala, kaki, dan tangan dari jenazah para korban tercecer di lantai masjid, darah mengalir seperti sungai,” ucapnya.
Kepolisian setempat mengatakan, serangan itu dilakukan oleh empat orang yang menggunakan rompi sarat bahan peledak. Kerusakan yang teramat parah diakibatkan serangan itu bukan hanya dilakukan di dalam masjid, tapi juga di luar masjid.
Masjid itu diketahui digunakan oleh kelompok pemberontak Houthi yang mengontrol Kota Sanaa. Kondisi Yaman, khususnya Sanaa memang jauh dari kata kondusif semenjak Houti mulai melakukan serangan terhadap pemerintah Yaman beberapa waktu lalu.
Menurut petugas medis setempat, seperti dilansir Independent, semalam setidaknya 137 orang tewas akibat serangan tersebut, dan 357 orang menjadi korban luka serangan dahsyat itu. Kondisi ini dilaporkan membuat beberapa rumah sakit di Sanaa kewalahan, dan meminta bantuan untuk mengurusi para pasien.
Salah seorang korban selamat, Mohammed al Ansi mengatakan, masjid tersebut mendadak berubah menjadi kubangan darah ketika insiden itu terjadi. “Kepala, kaki, dan tangan dari jenazah para korban tercecer di lantai masjid, darah mengalir seperti sungai,” ucapnya.
Kepolisian setempat mengatakan, serangan itu dilakukan oleh empat orang yang menggunakan rompi sarat bahan peledak. Kerusakan yang teramat parah diakibatkan serangan itu bukan hanya dilakukan di dalam masjid, tapi juga di luar masjid.
(esn)