Korban Bom Bunuh Diri di 2 Masjid Yaman Tembus 137 Jiwa

Sabtu, 21 Maret 2015 - 08:22 WIB
Korban Bom Bunuh Diri...
Korban Bom Bunuh Diri di 2 Masjid Yaman Tembus 137 Jiwa
A A A
SANAA - Korban bom bunuh diri di dua masjid di Sanaa, Yaman, sudah mencapai 137 jiwa. Serangan bom bunuh diri itu diduga ditargetkan kapada jemaah salat Jumat kemarin.

Kelompok Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) kembali mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom itu. Namun, klaim itu diragukan sejumlah pihak termasuk Amerika Serikat (AS).

Dua masjid yang jadi objek serangan bom bunuh diri itu merupakan masjid yang digunakan para kelompok Muslim Syiah Houthi. Dari hasil penyelidikan, setidaknya empat pembom bunuh diri mengenakan sabuk peledak beraksi meledakkan diri di tengah-tengah Jemaah salat Jumat kemarin.

Kantor berita negara Yaman, Saba, melaporkan, jumlah korban tewas sebanyak 137 jiwa dan korban luka sekitar 357 jiwa. Pihak rumah sakit juga kewalahan untuk menyediakan donor darah guna menolong para korban ledakan bom.

Sementara itu, Reuters yang memantau Masjid Badr, melaporkan setidaknya 25 tubuh manusia tergeletak bersimbah darah di jalan dan di dalam gedung. Satu di antaranya tampak sedang memeluk anaknya.

Kelompok ISIS melalui Twitter menganggap para kaum Syiah Houthi adalah kelompok bid’ah, sehingga jadi target pemboman.”Biarkan Houthi yang musyrik mengetahui bahwa tentara dari ISIS tidak akan beristirahat dan tidak akan diam sampai mereka membasmi habis-habisan,” tulis militan ISIS di Twitter, seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/3/2015).

Di antara korban tewas adalah Almortada al-Mahatwary, seorang tokoh terkemuka di Yaman dari kelompok Syiah Zaidi.

Masjid Badr kemarin diserang dua pembom bunuh diri. Sedangkan dua pembom bunuh diri lainnya menyerang masjid kedua tak jauh dari masjid Badr. Selain itu, ada lagi pelaku pembom bunuh diri kelima yang mencoba menyerang masjid di Provinsi Saada. Tapi, bom tersebut meledak lebih dulu sebelum mencapai target.

”Saya akan berdoa di masjid (Badr), makanya saya mendengar ledakan pertama, dan sedetik kemudian saya mendengar ledakan lainnya,” kata seorang saksi mata kepada Reuters. Amerika Serikat mengutuk serangan bom bunuh diri itu. Washington masih menyelidiki klaim bahwa ISIS sebagai biang dari teror berdarah itu.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
6 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
9 jam yang lalu
Infografis
4 Pemain yang Mencetak...
4 Pemain yang Mencetak Gol Bunuh Diri di Piala Asia 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved