Salah Kutip, Menlu Retno Protes Media Australia

Jum'at, 06 Maret 2015 - 14:19 WIB
Salah Kutip, Menlu Retno...
Salah Kutip, Menlu Retno Protes Media Australia
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, memprotes media Australia yang salah kutip ketika menulis Indonesia akan memberlakukan moratorium hukuman mati. Media Australia itu salah mengutip pernyataan Duta Besar Indonesia untuk PBB di Jenewa.

Menurut Menlu Retno, tidak pernah ada kata "Indonesia akan memberlakukan moraturium hukuman mati" yang keluar pernyataan diplomat Indonesia.

"Setelah menerima informasi dan membaca beberapa berita yang ada di media, semalam saya melakukan komunikasi per telepon dengan Duta Besar kita di Jenewa. Diperoleh informasi, bahwa apa yang dikutip oleh beberapa media Australia itu tidak benar. Sekali lagi saya tekankan apa yang dikutip media tersebut adalah tidak benar," kata Retno, Jumat (6/3/2015) di Jakarta.

"Kalimat yang disampaikan oleh delegasi Indonesia pada Sidang Dewan HAM di Jenewa adalah 'And if we have to reintroduce death penalty, it is simply because we dictated by the aggravated situation affecting our society as theresult of those crimes'," lanjut Retno.

Menurut Retno, media-media Australia tersebut mengutip pernyataan yang salah yang dikeluarkan oleh kantor Komisaris Dewan HAM PBB. Indonesia, lanjut Retno langsung menyampaikan protes kepada Komisaris Dewan HAM mengenai kesalahan tersebut.

"Beberapa media mengutip dari situ. Kemudian kita memprotes karena kitatidak pernah menyampaikan seperti itu, dan versi yang di-upload diwebsite kantor Komisaris Tinggi HAM itu sudah direvisi," katanya.

"Sekali lagisaya tekankan sudah direvisi sesuai dengan apa yang disampaikan olehdelegasi Indonesia pada Sidang Komisi HAM di Jenewa. Saya harap tidak terjadi lagi salah kutip seperti yg terjadi di beberapa media," imbuhnya.

Media Australia, Sydney Morning Herald. merupakan media pertama yang merilis berita tersebut. Dalam laporannya mereka menghubungkan hal ini dengan eksekusi mati terhadap duo Bali Nine.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
56 menit yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
3 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
4 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved