Soal Agresor Dunia, Rusia dan Amerika Saling Tuduh

Selasa, 24 Februari 2015 - 13:23 WIB
Soal Agresor Dunia,...
Soal Agresor Dunia, Rusia dan Amerika Saling Tuduh
A A A
NEW YORK - Rusia dan Amerika Serikat (AS) saling tuduh soal label sebagai negara yang jadi agresor dunia. Aksi saling tuduh itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, berbicara di pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB.

Lavrov, semula menuding negara-negara Barat berusaha mendominasi dan memaksakan ideologinya ke seluruh dunia, terutama di negara-negara Timur Tengah yang jadi korban invasi. Lavrov tidak menyebut AS, namun Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power merasa tersindir.

Lavrov mengtakan, pelanggaran prinsip-prinsip Piagam PBB telah merajalela.”Khususnya soal kesetaraan kemerdekaan dan kedaulatan negara, dengan tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka,” sindir Lavrov mengacu pada intervensi Barat di Suriah, Libya dan Irak.

”Semua ini adalah hasil dari upaya untuk mendominasi urusan global, untuk memerintah semua, di mana-mana,” kata Lavrov. ”Bagi mereka yang tidak ingin ‘bermain bola’, ada berbagai metode, termasuk perubahan rezim, termasuk dukungan terbuka untuk kudeta negara yang sah secara konstitusional di Ukraina tahun lalu,” lanjut dia, seperti dilansir Reuters, Selasa (24/2/2015).

Sementara itu, Dubes AS untuk PBB, Samantha Power, menyebut Rusia muanfik. Dia menyarankan pada Rusia untuk lebih menghargai kedaulatan negara dan keutuhan wilayah negara lain.

”Rusia hari ini adalah melatih, mempersenjatai, mendukung dan berjuang bersama separatis brutal yang merebut wilayah Ukraina. Itu pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan serangan terhadap kedaulatan tetangganya itu,” kata Samantha.

Menteri Luar Negeri Lithuania, Linas Antanas Linkevicius, ikut-ikutan mengkritik Lavrov. ”Dari Ukraina timur ke Moldova Transnistria, ke Georgia Abkhazia dan Ossetia selatan, ada campur tangan Rusia dalam urusan kedaulatan negara-negara tetangga,” ujarnya. ”Untuk tahun sekarang, Ukraina telah diserang oleh pasukan komando Rusia dan tentara bayaran.”
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
41 menit yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
1 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
3 jam yang lalu
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
3 jam yang lalu
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
5 jam yang lalu
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved