ISIS Muncul, Kekacauan di Libya Bakal Kian Parah
Senin, 16 Februari 2015 - 13:36 WIB
ISIS Muncul, Kekacauan di Libya Bakal Kian Parah
A
A
A
BAYDA - Pemerintah Libya menyerukan faksi-faksi yang berseteru untuk bersatu, karena keompok ISIS telah muncul di dekat negara itu. Libya menyatakan, kehadiran ISIS akan membuat kekacauan di negara tersebut semakin parah.
Saat ini, setidaknya ada dua faksi kuat yang bersaing untuk menguasai Libya, setelah empat tahun lalu diktator Muammar Khaddafi digulingkan oleh rakyatnya yang dibantu dengan agresi NATO.
Munculnya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Libya dimulai dengan keputusan para militan negara itu yang bersumpah setia kepada ISIS. Para militan yang menyatakan diri bergabung dengan ISIS itu pada bulan lalu mengklaim telah menyerang sebuah hotel di Tripoli.
Dalam aksi itu, mereka menembak sembilan orang, termasuk seorang penasihat keamanan Amerika Serikat dan Prancis.”ISIS adalah ancaman besar, ancaman besar,” kata Omar al-Zanki, Menteri Dalam Negeri dari pemerintah resmi Libya.
Perdana Menteri Abdullah al-Zanki Thinni telah dicopot karena berselisih dengan mantan jenderal terkemuka Libya, Khalifa Haftar. Namun, Zanki mengatakan bahwa ia terus memimpin pasukan Libya, sampai keputusan hukum atas kasusnya muncul.
Zanki juga menyalahkan pendukung ISIS atas penyerbuan terhadap gedung-gedung pemerintah di pusat Kota Sirte minggu ini. Kelompok ISIS baru saja membuat gempar Libya dan Mesir, setelah mereka merilis video berisi pemenggalan 21 warga Kristen Koptik Mesir di dekat Tripoli. Ke-21 korban itu diculik ISIS ketika berada di dekat Tripoli. (Baca juga: ISIS Rilis Video 21 Warga Kristen Mesir Dipenggal)
Saat ini, setidaknya ada dua faksi kuat yang bersaing untuk menguasai Libya, setelah empat tahun lalu diktator Muammar Khaddafi digulingkan oleh rakyatnya yang dibantu dengan agresi NATO.
Munculnya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Libya dimulai dengan keputusan para militan negara itu yang bersumpah setia kepada ISIS. Para militan yang menyatakan diri bergabung dengan ISIS itu pada bulan lalu mengklaim telah menyerang sebuah hotel di Tripoli.
Dalam aksi itu, mereka menembak sembilan orang, termasuk seorang penasihat keamanan Amerika Serikat dan Prancis.”ISIS adalah ancaman besar, ancaman besar,” kata Omar al-Zanki, Menteri Dalam Negeri dari pemerintah resmi Libya.
Perdana Menteri Abdullah al-Zanki Thinni telah dicopot karena berselisih dengan mantan jenderal terkemuka Libya, Khalifa Haftar. Namun, Zanki mengatakan bahwa ia terus memimpin pasukan Libya, sampai keputusan hukum atas kasusnya muncul.
Zanki juga menyalahkan pendukung ISIS atas penyerbuan terhadap gedung-gedung pemerintah di pusat Kota Sirte minggu ini. Kelompok ISIS baru saja membuat gempar Libya dan Mesir, setelah mereka merilis video berisi pemenggalan 21 warga Kristen Koptik Mesir di dekat Tripoli. Ke-21 korban itu diculik ISIS ketika berada di dekat Tripoli. (Baca juga: ISIS Rilis Video 21 Warga Kristen Mesir Dipenggal)
(mas)