Australia Mati-matian Memohon Indonesia Ampuni Dua Warganya

Kamis, 12 Februari 2015 - 08:47 WIB
Australia Mati-matian...
Australia Mati-matian Memohon Indonesia Ampuni Dua Warganya
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia tidak menyerah dan berusaha “mati-matian” untuk memohon kepada pemerintah Indonesia agar mengampuni dua warganya dari eksekusi mati. Permohonan untuk kesekian kalinya itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Kamis (12/2/2015).

Dua warga Australia, Myuran Sukumaran, 33, dan Andrew Chan, 31, adalah terpidana mati kasus narkoba. Keduanya yang merupakan anggota sindikat penyelundup narkoba “Bali Nine” akan dieksekusi di Indonesia setelah grasi yang mereka ajukan ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada bulan lalu.

Selama pidato berapi-api di hadapan anggota parlemen Australia hari ini, Bishop mengungkapkan usaha “mati-matian” pemerintah Australia melalui jalur diplomatik dalam mendesak Indonesia untuk mengampuni Myuran dan Andrew. (Baca juga: Ratusan Politikus Australia Surati Dubes Indonesia Terkait Eksekusi)

”Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk menunjukkan belas kasihan pada Andrew dan Myuran,” kata Bishop. ” Kita tidak putus asa dan kami akan melanjutkan upaya kami untuk menyelamatkan nyawa warga Australia,” katanya lagi, seperti dilansir Reuters.

Dua anggota sindikat “Bali Nine” itu telah divonis mati atas tuduhan menyelundupkan lebih dari 8 kg heroin. Mereka ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada tahun 2005.

Eksekusi kepada dua warga Australia itu berpotensi memicu ketegangan diplomatik antara Australia dan Indonesia. Selama ini, kedua negara telah terlibat ketegangan dalam kasus kebijakan penanganan para pencari suaka dan kasus penyadapan.

Indonesia pernah memanggil pulang duta besarnya serta membekukan kerjasama militer dan intelijen pada 2013, setelah muncul laporan bahwa Canberra telah memata-matai para pejabat Indonesia, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya beberapa tahun lalu.

Kerjasama itu baru dipulihkan pada Mei 2014 lalu, menjelang Yudhoyono pensiun sebagai Presiden Indonesia. Kendati demikian, dalam kasus rencana eksekusi dua warga Australia itu, kedua negara pernah menegaskan bahwa kasus itu tidak akan merusak hubungan Indonesia dan Australia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
9 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved