Tak Ikut Jatuhkan Sanksi, Rusia Apresiasi Indonesia
Sabtu, 07 Februari 2015 - 10:15 WIB
Tak Ikut Jatuhkan Sanksi, Rusia Apresiasi Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Rusia mengapresiasi sikap Indonesia yang tidak ikut-ikutan menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas konflik di Ukraina.
Menurut Rusia, kebijakan Indonesia dalam menyikapi krisis di Ukraina timur sangat seimbang.
"Kami sangat mengapresiasi bahwa Indonesia terus menganut kebijakannya sendiri meskipun mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk ikut menerapkan sanksi sepihak pada Rusia," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Igor Margulov, semalam, di Jakarta.
Dia mengaku sudah menjelaskan sikap Rusia terkait konflik di Ukraina timur. "Kami sudah membicarakan hal ini, dan sekali lagi kami jelaskan kepada para mitra saya di Indonesia tentang pendekatan Rusia dalam konflik Ukraina," ujarnya.
Margulov, menilai Indonesia memiliki sikap yang baik soal kebijakan luar negeri. "Indonesia terus menjunjung kebijakan politik luar negeri bebas aktif, dan kami sangat menghargai sikap dan keputusan Indonesia untuk tidak mengikuti kebijakan sanksi, dan kami melihat ini sebagai sikap yang sangat baik," imbuh dia.
Menurut Rusia, kebijakan Indonesia dalam menyikapi krisis di Ukraina timur sangat seimbang.
"Kami sangat mengapresiasi bahwa Indonesia terus menganut kebijakannya sendiri meskipun mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk ikut menerapkan sanksi sepihak pada Rusia," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Igor Margulov, semalam, di Jakarta.
Dia mengaku sudah menjelaskan sikap Rusia terkait konflik di Ukraina timur. "Kami sudah membicarakan hal ini, dan sekali lagi kami jelaskan kepada para mitra saya di Indonesia tentang pendekatan Rusia dalam konflik Ukraina," ujarnya.
Margulov, menilai Indonesia memiliki sikap yang baik soal kebijakan luar negeri. "Indonesia terus menjunjung kebijakan politik luar negeri bebas aktif, dan kami sangat menghargai sikap dan keputusan Indonesia untuk tidak mengikuti kebijakan sanksi, dan kami melihat ini sebagai sikap yang sangat baik," imbuh dia.
(mas)