Lampiaskan Dendam, Jet Tempur Yordania Habisi 55 Militan ISIS
Jum'at, 06 Februari 2015 - 08:41 WIB
Lampiaskan Dendam, Jet Tempur Yordania Habisi 55 Militan ISIS
A
A
A
AMMAN - Militer Yordania mulai melampiaskan dendamnya terhadap kelompok ISIS yang telah membakar pilot mereka, Mouath al-Kasaesbeh. Pesawat jet tempur Yordania menyerang basis ISIS dan menewaskan 55 militan kelompok itu.
Stasiun televisi Yordania tidak memberikan rincian lokasi serangan pesawat jet tempur Yordania. Namun, para pejabat menyebut serangan permulaan baru fokus di wilayah Raqqa, Suriah.
Media Irak melaporkan, serangan udara Yordania telah menewaskan 55 militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), termasuk di dalamnya seorang komandan senior ISIS yang dikenal sebagai "Pangeran Niniwe."
“Darah martir Mouath al-Kasaesbeh tidak akan sia-sia dan respons berat dari Yordania beserta tentaranya akan dilihat oleh anak kami tercinta,” kata Raja Yordania, Abdullah II, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh pengadilan kerajaan.
Angkatan Bersenjata Yordania juga mengeluarkan pernyataan. Menurut mereka, puluhan jet tempur Yordania dikerahkan dalam serangan yang menghancurkan depot amunisi dan kamp-kamp pelatihan yang dijalankan oleh ISIS. “Serangan itu hanya permulaan,” bunyi pernyataan itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/2/2015).
Usai beraksi, pesawat jet tempur Yordania itu sengaja bermanuver di wilayah kampung halaman Kasaesbeh untuk menghibur keluarga pilot yang dirundung duka. Manuver itu disambut rakyat Yordania dengan memuji Raja Yordania, Abdullah II.
Raja Abdullah II mengenakan gaun tradisional Arab ketika mengunjungi kampung halaman Kasaesbeh. ”Hidup yang mulia raja, hidup raja,” bunyi teriakan warga yang menyanyikan lagu tradisional Badui.
Ayah Kasaesbeh, Safi al-Kasaesbeh, bangga dengan rajanya yang peduli dengan pengorbanan putranya. “Anda adalah raja yang bijaksana. Penjahat (ISIS) ini melanggar aturan perang dalam Islam dan mereka tidak memiliki peri kemanusiaan,” ujar ayah pilot Yordania itu.
Stasiun televisi Yordania tidak memberikan rincian lokasi serangan pesawat jet tempur Yordania. Namun, para pejabat menyebut serangan permulaan baru fokus di wilayah Raqqa, Suriah.
Media Irak melaporkan, serangan udara Yordania telah menewaskan 55 militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), termasuk di dalamnya seorang komandan senior ISIS yang dikenal sebagai "Pangeran Niniwe."
“Darah martir Mouath al-Kasaesbeh tidak akan sia-sia dan respons berat dari Yordania beserta tentaranya akan dilihat oleh anak kami tercinta,” kata Raja Yordania, Abdullah II, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh pengadilan kerajaan.
Angkatan Bersenjata Yordania juga mengeluarkan pernyataan. Menurut mereka, puluhan jet tempur Yordania dikerahkan dalam serangan yang menghancurkan depot amunisi dan kamp-kamp pelatihan yang dijalankan oleh ISIS. “Serangan itu hanya permulaan,” bunyi pernyataan itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/2/2015).
Usai beraksi, pesawat jet tempur Yordania itu sengaja bermanuver di wilayah kampung halaman Kasaesbeh untuk menghibur keluarga pilot yang dirundung duka. Manuver itu disambut rakyat Yordania dengan memuji Raja Yordania, Abdullah II.
Raja Abdullah II mengenakan gaun tradisional Arab ketika mengunjungi kampung halaman Kasaesbeh. ”Hidup yang mulia raja, hidup raja,” bunyi teriakan warga yang menyanyikan lagu tradisional Badui.
Ayah Kasaesbeh, Safi al-Kasaesbeh, bangga dengan rajanya yang peduli dengan pengorbanan putranya. “Anda adalah raja yang bijaksana. Penjahat (ISIS) ini melanggar aturan perang dalam Islam dan mereka tidak memiliki peri kemanusiaan,” ujar ayah pilot Yordania itu.
(mas)