Pilot Disandera ISIS, Raja Yordania Didesak Setop Dukung AS

Senin, 02 Februari 2015 - 11:14 WIB
Pilot Disandera ISIS,...
Pilot Disandera ISIS, Raja Yordania Didesak Setop Dukung AS
A A A
AMMAN - Nasib pilot Yordania, Muath al-Kasaesbeh, yang disandera ISIS membut Raja Yordania dalam posisi sulit. Raja Yordania, Abdullah, ditekan rakyatnya untuk setop mendukung Amerika Serikat (AS) dengan menarik diri dari koalisi anti-ISIS.

Tekanan itu mulai muncul, setelah risiko yang dialami pilot Yordania membuat publik di negara itu mempertanyakan keuntungan negara mereka menjadi sekutu AS dalam memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pilot pesawat jet tempur F-16 Yordania itu ditangkap militan ISIS di Suriah utara setelah pesawatnya jatuh pada bulan Desember 2014. Sejak ditangkap, ISIS berkali-kali mengancam akan mengeksekusi pilot itu.

Namun, ISIS meminta tukar tawanan, di mana kelompok itu menuntut tahanan wanita bernama Sajida al-Rishawi dibebaskan.

Raja Abdullah sendiri menegaskan, bahwa sebagai negara Muslim moderat, Yordania harus turut serta memerangi kelompok dengan ideologi brutal yang berulah di Timur Tengah.

Namun di kampung halaman Kasaesbeh marak demo agar Raja Abdullah berhenti mendukung AS dalam memerangi ISIS. ”Kami tidak akan menjadi sapi kurban untuk Amerika!," teriak seorang demonstran muda Yordania, yang dilansir Reuters, Senin (2/2/2015).

Kendati demikian, pada pekan lalu, Raja Abdullah menjelaskan kebijakannya mengapa Yordania harus memerangi ISIS. ”Tidak ada jam pada hari di mana saya dan angkatan bersenjata tidak bekerja untuk pilot pahlawan kita. Sayangnya perang saat ini merupakan salah satu bagian dalam dunia Islam dan itu perang kita,” katanya saat menemui para tetua suku di Yordania.

Dalam sejarahnya, Yordania ketika dipimpin ayah Raja Abdullah, yakni Raja Hussein, sejatinya pernah menolak membantu AS. Yakni, ketika AS mengusik Irak yang dipimpin ditaktor Saddam Hussein Irak, karena Irak menginvasi Kuwait tahun 1990.
(mas)
Berita Terkait
Yordania Akui Ikut Gabung...
Yordania Akui Ikut Gabung AS dalam Membombardir Suriah dengan Target ISIS
Algojo ISIS yang Bakar...
Algojo ISIS yang Bakar Hidup-hidup Pilot Yordania Dihukum Penjara Seumur Hidup
Putri Pangeran Hussein...
Putri Pangeran Hussein Putra Mahkota Yordania Tak Masuk Daftar Penerus Takhta
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Dukung Gencatan Senjata...
Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Ribuan Demonstran Kepung Kedubes Israel di Yordania
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
53 menit yang lalu
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
1 jam yang lalu
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
1 jam yang lalu
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
2 jam yang lalu
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
3 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved