Tentara PBB Ikut Terbunuh dalam Konflik Israel dan Hizbullah
Kamis, 29 Januari 2015 - 11:28 WIB
Tentara PBB Ikut Terbunuh dalam Konflik Israel dan Hizbullah
A
A
A
HAR DOV - Selain dua serdadu Israel tewas, konflik Israel dan Hizbullah Libanon juga menewaskan seorang tentara penjaga perdamaian PBB asal Spanyol.
Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, menyalahkan Hizbullah atas kematian pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL tersebut.
Namun, belum jelas tentara PBB itu tewas oleh tembakan rudal Hizbullah atau Israel, sebab lokasi kematian korban ada di wilayah Libanon selatan. (Baca: Diterjang Rudal Hizbullah, Dua Serdadu Israel Tewas, 7 Luka)
Lieberman menyampaikan belasungkawa kepada Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Garcia Margallo atas kematian pasukan Spanyol yang bertugas untuk PBB itu. Dia juga menuntut pemerintah Libanon bertanggung jawab atas tembakan rudal Hizbullah, karena ditembakkan dari wilayah Libanon.
Lieberman lebih lanjut menyerukan Israel untuk menanggapi serangan Hizbullah dengan cara yang kuat dan tidak proporsional. (Baca juga: Israel dan Hizbullah di Ambang Perang Besar Baru?)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/1/2015) juga memperingatkan bahwa Israel bisa membalas serangan Hizbullah secara kasar.
“Untuk mereka yang menantang kita di wilayah utara, saya sarankan Anda melihat apa yang terjadi di Jalur Gaza,” ucap Netanyahu mengacu pada dampak invasi Israel di Jalur Gaza, Palestina Agustus 2014 lalu.
Sementara itu, juru bicara PBB untuk UNIFIL, Francisco Javier Soria Toledo, salah satu dari sekita 10 ribu tentara PBB yang ditempatkan di Libanon, tewas selama serangan balik Israel terhadap Hizbullah. Penyebab kematiannya saat ini sedang diselidiki.
Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, menyalahkan Hizbullah atas kematian pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL tersebut.
Namun, belum jelas tentara PBB itu tewas oleh tembakan rudal Hizbullah atau Israel, sebab lokasi kematian korban ada di wilayah Libanon selatan. (Baca: Diterjang Rudal Hizbullah, Dua Serdadu Israel Tewas, 7 Luka)
Lieberman menyampaikan belasungkawa kepada Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Garcia Margallo atas kematian pasukan Spanyol yang bertugas untuk PBB itu. Dia juga menuntut pemerintah Libanon bertanggung jawab atas tembakan rudal Hizbullah, karena ditembakkan dari wilayah Libanon.
Lieberman lebih lanjut menyerukan Israel untuk menanggapi serangan Hizbullah dengan cara yang kuat dan tidak proporsional. (Baca juga: Israel dan Hizbullah di Ambang Perang Besar Baru?)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/1/2015) juga memperingatkan bahwa Israel bisa membalas serangan Hizbullah secara kasar.
“Untuk mereka yang menantang kita di wilayah utara, saya sarankan Anda melihat apa yang terjadi di Jalur Gaza,” ucap Netanyahu mengacu pada dampak invasi Israel di Jalur Gaza, Palestina Agustus 2014 lalu.
Sementara itu, juru bicara PBB untuk UNIFIL, Francisco Javier Soria Toledo, salah satu dari sekita 10 ribu tentara PBB yang ditempatkan di Libanon, tewas selama serangan balik Israel terhadap Hizbullah. Penyebab kematiannya saat ini sedang diselidiki.
(mas)