Turki Serahkan Pria Inggris ke ISIS untuk Tukar Tahanan
Kamis, 15 Januari 2015 - 19:52 WIB
Turki Serahkan Pria Inggris ke ISIS untuk Tukar Tahanan
A
A
A
RAQQA - Seorang pria Inggris yang semula ditahan polisi Turki karena menjadi militan di Suriah telah diserahkan ke kelompok ISIS di Suriah. Pria itu ditukar dengan diplomat Turki yang ditahan ISIS.
Pria Inggris bernama Shabazz Suleman, 19, membuat pengakuan mengejutkan itu. Pengakuannya itu akan memicu ketegangan diplomatik antara Turki, Suriah, bahkan Inggris.
Sebelum diserahkan ke kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Suleman mengaku diberi makan Pizza Domino di dalam penjara oleh polisi Turki.
Suleman yang merupakann mantan pelajar di Royal Grammar High School di Wycombe, merupakan satu di antara 180 militan yang diserahkan ke ISIS oleh Turki untuk pertukaran tahanan.
Setidaknya 46 warga Turki termasuk diplomat dan tiga staf lokal Irak ditangkap ketika militan ISIS menyerbu Kota Mosul, Irak pada Juni 2014 lalu.
Berbicara untuk pertama kalinya sejak diserahkan ke ISIS bulan September 2014 lalu, Suleman mengklaim bahwa ia dan rekan-rekan tawanan lain mampu menghubungi ISIS melalui internet dari dalam penjara.
Menurutnya, polisi Turki yang memberinya pizza telah bersimpati kepadanya. ”Polisi yang sangat ramah," kata Suleman di Raqqa kepadaThe Timesyang melakukan wawancaraonline.
”(Anda) mengerti mengapa kita ingin berjuang di Suriah. Kami membenci Assad, Israel dan idelogi lain. Kami menjadi bagian dari pesaudaraan Muslim,” ujarnya.
“Itu terlihat baik. Memiliki pizza di penjara. Kami berbicara denganDaulah(ISIS) di penjara. Menonton video ISIS,” imbuh dia, seperti dikutipDaily Mail, Kamis (15/1/2015).
Suleman, yang kini menyebut dirinya sebagai Abu Shamil Al-Muslim, diperkirakan telah bergabung dengan ISIS di Suriah setelah memberitahu orang tuanya bahwa dia menyeberang ke perbatasan Suriah ketika berlibur di Turki.
Pria Inggris bernama Shabazz Suleman, 19, membuat pengakuan mengejutkan itu. Pengakuannya itu akan memicu ketegangan diplomatik antara Turki, Suriah, bahkan Inggris.
Sebelum diserahkan ke kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Suleman mengaku diberi makan Pizza Domino di dalam penjara oleh polisi Turki.
Suleman yang merupakann mantan pelajar di Royal Grammar High School di Wycombe, merupakan satu di antara 180 militan yang diserahkan ke ISIS oleh Turki untuk pertukaran tahanan.
Setidaknya 46 warga Turki termasuk diplomat dan tiga staf lokal Irak ditangkap ketika militan ISIS menyerbu Kota Mosul, Irak pada Juni 2014 lalu.
Berbicara untuk pertama kalinya sejak diserahkan ke ISIS bulan September 2014 lalu, Suleman mengklaim bahwa ia dan rekan-rekan tawanan lain mampu menghubungi ISIS melalui internet dari dalam penjara.
Menurutnya, polisi Turki yang memberinya pizza telah bersimpati kepadanya. ”Polisi yang sangat ramah," kata Suleman di Raqqa kepadaThe Timesyang melakukan wawancaraonline.
”(Anda) mengerti mengapa kita ingin berjuang di Suriah. Kami membenci Assad, Israel dan idelogi lain. Kami menjadi bagian dari pesaudaraan Muslim,” ujarnya.
“Itu terlihat baik. Memiliki pizza di penjara. Kami berbicara denganDaulah(ISIS) di penjara. Menonton video ISIS,” imbuh dia, seperti dikutipDaily Mail, Kamis (15/1/2015).
Suleman, yang kini menyebut dirinya sebagai Abu Shamil Al-Muslim, diperkirakan telah bergabung dengan ISIS di Suriah setelah memberitahu orang tuanya bahwa dia menyeberang ke perbatasan Suriah ketika berlibur di Turki.
(mas)