Edisi Baru Charlie Hebdo Ludes Dalam Sekejap
Rabu, 14 Januari 2015 - 20:18 WIB
Edisi Baru Charlie Hebdo Ludes Dalam Sekejap
A
A
A
PARIS - Di balik kontroversi yang menyelimuti peluncuran edisi terbaru Charlie Hebdo dengan sampul Nabi Muhammad, ternyata masih banyak pihak yang penasaran dengan isi dari edisi baru tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya antrean warga yang ingin membeli surat kabar itu di Prancis.
Melansir Reuters, Rabu (14/1/2015), hanya dalam hitungan menit sekitar satu juta eksemplar surat kabar itu habis di seluruh Prancis. Bahkan, banyak warga Prancis yang mengaku kecewa karena tidak mendapatkan edisi terbaru surat kabar satir tersebut.
Charlie Hebdo rencananya akan mencetak edisi ini sebanyak lima juta eksemplar, atau 10 kali lipat lebih banyak dari produksi normal Charlie Hebdo yang hanya 600 ribu eksemplar per edisi. Menurut salah seorang pembeli, David Sullo, dia membeli koran ini sebagai bentuk solidaritas terhadap insiden teror pekan lalu, dan sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berekspresi.
"Saya tidak pernah membeli surat kabar ini sebelumnya, karena kontennya tidak cukup politis bagi saya. Tapi, penting bagi saya untuk membelinya hari ini dan mendukung kebebasan berekspresi," ucap Sullo.
Hal senada juga diutarakan oleh pemebeli lainnya bernama Laurent (42). "Sangat penting bagi saya untuk membelinya, sebagai bentuk dukungan nyata untuk surat kabar ini," ucapnya. Edisi terbaru Charlie Hebdo sendiri rencananya akan dirilis di beberapa negara dengan beberapa bahasa, termasuk di dalammnya Arab dan Inggris.
Melansir Reuters, Rabu (14/1/2015), hanya dalam hitungan menit sekitar satu juta eksemplar surat kabar itu habis di seluruh Prancis. Bahkan, banyak warga Prancis yang mengaku kecewa karena tidak mendapatkan edisi terbaru surat kabar satir tersebut.
Charlie Hebdo rencananya akan mencetak edisi ini sebanyak lima juta eksemplar, atau 10 kali lipat lebih banyak dari produksi normal Charlie Hebdo yang hanya 600 ribu eksemplar per edisi. Menurut salah seorang pembeli, David Sullo, dia membeli koran ini sebagai bentuk solidaritas terhadap insiden teror pekan lalu, dan sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berekspresi.
"Saya tidak pernah membeli surat kabar ini sebelumnya, karena kontennya tidak cukup politis bagi saya. Tapi, penting bagi saya untuk membelinya hari ini dan mendukung kebebasan berekspresi," ucap Sullo.
Hal senada juga diutarakan oleh pemebeli lainnya bernama Laurent (42). "Sangat penting bagi saya untuk membelinya, sebagai bentuk dukungan nyata untuk surat kabar ini," ucapnya. Edisi terbaru Charlie Hebdo sendiri rencananya akan dirilis di beberapa negara dengan beberapa bahasa, termasuk di dalammnya Arab dan Inggris.
(esn)