Pertempuran Kembali Pecah di Ukraina Timur, 10 Tewas
Selasa, 13 Januari 2015 - 22:37 WIB
Pertempuran Kembali Pecah di Ukraina Timur, 10 Tewas
A
A
A
DONETSK - Pemerintah Ukraina menyatakan, pertempuran antara pihaknya dan separtis kembali pecah di timur Ukraina. Dalam petempuran terbaru setidaknya 10 orang tewas, dan semuanya adalah warga sipil.
Melansir Al Jazeera, Selasa (13/1/2015), pejabat Ukraina dengan tegas menyalahkan pihak separatis sebagai penyebab kematian 10 warga sipil tersebut. Separatis disebut sebagai pihak yang memulai serangan tersebut.
"Anggota separatis menembaki pos pemeriksaan di kota Volnovakha di wilayah Donetsk. Ketika separatis mulai menembak, sebuah bus tiba-tiba melintas, yang mengakibatkan 10 orang penumpang terluka dan 13 orang lainnya menderita luka-luka," ungkap pejabat keamanan setempat.
Pertempuran di Ukraina timur memang kembali pecah dalam beberapa hari, setelah hampir satu bulan tidak ada pertempuran di wilayah itu. Menurut PBB, sekitar 4.000 orang tewas akibat konflik di Ukraina.
Sementara itu, upaya politik untuk menyelesaikan konflik diwilayah itu hingga saat ini masih terus berjalan. Pertemuan demi pertemuan antara pejabat dari Ukraina, Rusia, Jerman, dan Prancis terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
Melansir Al Jazeera, Selasa (13/1/2015), pejabat Ukraina dengan tegas menyalahkan pihak separatis sebagai penyebab kematian 10 warga sipil tersebut. Separatis disebut sebagai pihak yang memulai serangan tersebut.
"Anggota separatis menembaki pos pemeriksaan di kota Volnovakha di wilayah Donetsk. Ketika separatis mulai menembak, sebuah bus tiba-tiba melintas, yang mengakibatkan 10 orang penumpang terluka dan 13 orang lainnya menderita luka-luka," ungkap pejabat keamanan setempat.
Pertempuran di Ukraina timur memang kembali pecah dalam beberapa hari, setelah hampir satu bulan tidak ada pertempuran di wilayah itu. Menurut PBB, sekitar 4.000 orang tewas akibat konflik di Ukraina.
Sementara itu, upaya politik untuk menyelesaikan konflik diwilayah itu hingga saat ini masih terus berjalan. Pertemuan demi pertemuan antara pejabat dari Ukraina, Rusia, Jerman, dan Prancis terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
(esn)