Selain Pangeran Andrew, Bos Budak Seks Juga Teman Bill Clinton

Rabu, 07 Januari 2015 - 10:35 WIB
Selain Pangeran Andrew,...
Selain Pangeran Andrew, Bos Budak Seks Juga Teman Bill Clinton
A A A
FLORIDA - Selain berteman dengan Pangeran Andrew, Jeffrey Epstein, miliarder yang jadi bos wanita “budak seksual” ternyata juga pernah berteman dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton.

Dokumen pengadilan Florida menunjukkan, bahwa Epstein memiliki nomor telepon Bill Clinton. Bahkan, menurut dokumen itu, keduanya terlibat kontak telepon 21 kali.

Kendati demikian, dokumen pengadilan itu belum menyebut Bill Clinton terlibat skandal dengan wanita yang dijadikan budak seksual oleh Epstein.

Sejauh ini, wanita bernama Virginia Roberts, 31, itu baru mengaku tidur dengan Pangeran Andrew di tiga lokasi. Itu pun sudah dibantah sang pangeran dan pihak Istana Buckingham. (Baca: Virginia Roberts, "Budak Seks" Pengguncang Istana Buckingham)

Virginia juga hanya menggugat Epstein dan seorang pengacaranya. Sosok pangeran Inggris berjuluk “Duke of York” itu belum masuk dalam daftar tergugat.

Tak hanya Bill Clinton, Epstein juga pernah terlibat kontak dengan ajudan pribadi Clinton, Doug Band.

Namun, hubungan Epstein dan Clinton mulai merenggang tahun 2005. Yakni, ketika miliarder itu ditangkap karena terlibat skandal “pijat erotis” dengan gadis di bawah umur.

Sebelum hubungan pertemanan itu merenggang, lanjut isi dokumen itu, Clinton pernah naik pesawat jet pribadi milik Epstein.

”Dokumen jelas menunjukkan bahwa Clinton terbang dengan Epstein dan kemudian (hubungan pertemanan) tiba-tiba berhenti. Ini meningkatkan kecurigaan bahwa persahabatan mereka tiba-tiba berakhir, mungkin karena kegiatan yang terkait dengan pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan Epstein,” demikian bunyi dokumen pengadilan Florida, seperti dilansir The Washington Times, semalam.
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Hasil Timnas Inggris...
Hasil Timnas Inggris vs Amerika Serikat: Tiga Singa Dibikin Ompong
Berita Terkini
Trump pada Warga AS:...
Trump pada Warga AS: Revolusi Ekonomi Perlu Pengorbanan
5 jam yang lalu
Tarif Trump 10% Sudah...
Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS
7 jam yang lalu
Tokoh Republik Peringatkan...
Tokoh Republik Peringatkan Pemilu Sela Mandi Darah jika Tarif Trump Rusak Ekonomi AS
8 jam yang lalu
Demo Menentang Trump...
Demo Menentang Trump Digelar di Penjuru Dunia, Ada Berlin, Frankfurt, Paris, dan London
9 jam yang lalu
Penampakan Demo Besar...
Penampakan Demo Besar di Amerika Serikat Menentang Trump, Diikuti 250.000 Orang
10 jam yang lalu
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
11 jam yang lalu
Infografis
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Ini Berani Melawan Rencana Trump Caplok Gaza
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved