Brennan: Tindakan CIA Kadang Memang Lampaui Batas
Jum'at, 12 Desember 2014 - 18:24 WIB
Brennan: Tindakan CIA Kadang Memang Lampaui Batas
A
A
A
WASHINGTON - Bos CIA, John Brennan mengakui bahwa dalam proses interogasi yang mereka lakukan terhadap para tahanan tersangka serangan 9/11, memang terkadang melampui batas. Beberapa petugas menurutnya, memang kerap melakukan tindakan ilegal dan melanggar hukum.
“Terdapat beberapa petugas kami yang melakukan tindakan tidak resmi, dan melampaui kewenangan hukum selama interogasi tersangka terorisme,” ucap Brennan dalam sebuah pernyataan. Seperti dilansir CNN, Jumat (12/12/2014).
Pemimpin badan intelijen Amerika Serikat (AS) itu menegaskan, pihaknya akan segera memproses semua petugas CIA yang melakukan tindakan, yang dalam pandangannya menjijikan dan memang tidak dapat diterima.
“Petugas kami yang melakukan tindakan mejijikan dan tidak dapat diterima tersebut akan segera kami periksa dalam waktu dekat,” ucapnya. “Jika terbukti melakukan tindakan tersebut, maka para petugas tersebut harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lalukan,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Brennan memang mengakui semua tindakan brutal yang mereka lakukan ketika melakukan interogasi terhadap tahanan memang tidak etis, walaupun hal itu bisa mengungkap informasi penting yang bisa menghindarkan AS dari serangan teror.
“Terdapat beberapa petugas kami yang melakukan tindakan tidak resmi, dan melampaui kewenangan hukum selama interogasi tersangka terorisme,” ucap Brennan dalam sebuah pernyataan. Seperti dilansir CNN, Jumat (12/12/2014).
Pemimpin badan intelijen Amerika Serikat (AS) itu menegaskan, pihaknya akan segera memproses semua petugas CIA yang melakukan tindakan, yang dalam pandangannya menjijikan dan memang tidak dapat diterima.
“Petugas kami yang melakukan tindakan mejijikan dan tidak dapat diterima tersebut akan segera kami periksa dalam waktu dekat,” ucapnya. “Jika terbukti melakukan tindakan tersebut, maka para petugas tersebut harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lalukan,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Brennan memang mengakui semua tindakan brutal yang mereka lakukan ketika melakukan interogasi terhadap tahanan memang tidak etis, walaupun hal itu bisa mengungkap informasi penting yang bisa menghindarkan AS dari serangan teror.
(esn)