Polisi Penembak Remaja Kulit Hitam di Ferguson Resmi Mengundurkan Diri
Minggu, 30 November 2014 - 16:24 WIB
Polisi Penembak Remaja Kulit Hitam di Ferguson Resmi Mengundurkan Diri
A
A
A
FERGUSON - Darren Wilson, polisi penembak Michael Brown, akhirnya mengundurkan diri dari satuan kepolisian Ferguson, semalam. Isu mengenai penguduran diri Wilson mulai merebak paska sang pengacara Neil Bruntrager mengatakan, kliennya akan mengundurkan diri beberpa waktu lalu.
Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir IB Times, Minggu (30/11/2014), Wilson menyatakan pengunduran dirinya. Ia juga membeberkan alasan mengapa ia akhirnya memutuskan untuk mundur dari kepolisian Ferguson.
“Saya, Darren Wilson, dengan ini menyatakan pengunduran diri sebagai bagian dari kepolisian Ferguson. Saya telah diberitahu, jika saya tetap menjadi polisi, maka hal itu dapat membahayakan polisi dan juga warga Ferguson, sebuah keadaan yang tidak saya inginkan,” tulis Wilson dalam suratnya.
Wilson menyatakan, sedari awal kasus ini mencuat, dirinya sudah berniat untuk mengundurkan diri sebagai polisi, walaupun itu berat bagi dirinya. Keputusan itu akhirnya ia ambil setelah pengadilan memutuskan untuk membebaskan dia dari segala macam dakwaan.
“Saya masih memiliki harapan menjadi seorang polisi, namun keselamatan warga dan rekan-rekan saya di kepolsiian Ferguson adalah yang utama. Saya berharap, pengunduran diri saya dapat kembali menstabilan situasi. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung saya,” tambahnya.
Aksi protes yang menentang keputusan pembebaskan Wilson sendiri masih terus terjadi, bahkan meluas hingga ke seluruh Amerika Serikat dan juga Eropa. Aktivis di AS menyatakan, mereka akan terus menggelar aksi protes hingga keadilan ditegakan.
Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir IB Times, Minggu (30/11/2014), Wilson menyatakan pengunduran dirinya. Ia juga membeberkan alasan mengapa ia akhirnya memutuskan untuk mundur dari kepolisian Ferguson.
“Saya, Darren Wilson, dengan ini menyatakan pengunduran diri sebagai bagian dari kepolisian Ferguson. Saya telah diberitahu, jika saya tetap menjadi polisi, maka hal itu dapat membahayakan polisi dan juga warga Ferguson, sebuah keadaan yang tidak saya inginkan,” tulis Wilson dalam suratnya.
Wilson menyatakan, sedari awal kasus ini mencuat, dirinya sudah berniat untuk mengundurkan diri sebagai polisi, walaupun itu berat bagi dirinya. Keputusan itu akhirnya ia ambil setelah pengadilan memutuskan untuk membebaskan dia dari segala macam dakwaan.
“Saya masih memiliki harapan menjadi seorang polisi, namun keselamatan warga dan rekan-rekan saya di kepolsiian Ferguson adalah yang utama. Saya berharap, pengunduran diri saya dapat kembali menstabilan situasi. Saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung saya,” tambahnya.
Aksi protes yang menentang keputusan pembebaskan Wilson sendiri masih terus terjadi, bahkan meluas hingga ke seluruh Amerika Serikat dan juga Eropa. Aktivis di AS menyatakan, mereka akan terus menggelar aksi protes hingga keadilan ditegakan.
(esn)