Proyek Misteri di Laut China Selatan Bikin AS dan China Tegang

Senin, 24 November 2014 - 13:05 WIB
Proyek Misteri di Laut...
Proyek Misteri di Laut China Selatan Bikin AS dan China Tegang
A A A
BEIJING - Pemerintah China pada Senin (24/11/2014) mengakui adanya proyek misterius di kepulauan yang jadi sengketa di Laut China Selatan. Proyek itu kini memicu ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS).

Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat China, Luo Yuan, membenarkan bahwa Beijing membangun proyek besar di kepulauan Spratly, di Laut China Selatan. Dia minta AS tidak ikut campur terkait masalah ini.

Luo mengkonfirmasi proyek misterius Beijing itu kepada media pemerintah China, Global Times. ”AS jelas bias mengingat Filipina, Malaysia, Vietnam telah menyiapkan fasilitas militer,” kata Luo. (Baca: China Bangun Pangkalan Mencurigakan di Laut China Selatan)

”China akan menahan tekanan internasional dan melanjutkan pembangunan itu, karena itu benar-benar sah dan dibenarkan,” tegasnya.

Pada akhir pekan lalu, HIS Jane mengungkap proyek misterius China diLaut China Selatan yang disengketakan oleh China dan negara-negara lain, terutama ASEAN. Beijing selama ini mengklaim hampir semua yang ada di Laut Cina Selatan sebagai milik mereka. Sedangkan Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim yang sama.

Menurut laporan IHS Jane, China membuat pulau buatan atau reklamasi dengan panjang sekitar 3 ribu meter dan lebar sekitar 200 hingga 300 meter. Pulau buatan itu bisa dijadikan landasan udara, bahkan memungkinkan untuk dijadikan pangkalann militer.

Proyek itu memicu ketegangan AS dan China, setelah juru bicara militer AS, Letnan Kolonel Jeffrey Pool, minta China menghentikan proyek itu. ”Kami mendesak China untuk menghentikan proyek reklamasi lahan, dan terlibat dalam upaya diplomasi, untuk mendorong semua pihak agar menahan diri dalam kegiatan-kegiatan seperti itu,” kata Pool.

China menamakan Kepulauan Spratly dengan nama Yongshu. Global Times menulis, China tidak akan terpengaruh oleh desakan AS. ”Pembangunan oleh China di Yongshu tidak akan terpengaruh oleh kata-kata AS,” tulis media pemerintah China tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
7 menit yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
42 menit yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
4 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved