Obama Diam-diam Perpanjang Perang AS di Afghanistan
Sabtu, 22 November 2014 - 15:14 WIB
Obama Diam-diam Perpanjang Perang AS di Afghanistan
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama diam-diam menandatangani perintah untuk memperpanjang misi perang tentara AS melawan Taliban di Afghanistan pada 2015.
Perintah rahasia Obama itu ditandatangani beberapa minggu lalu. Perintah rahasia Obama itu diungkap media AS, New York Timesyang dilansir Jumat (21/11/2014).
Dalam laporan itu ditulis, bahwa AS tetap akan menggunakan pesawat jet tempur, pesawat pembom, dan drone yang dapat membantu pasukan darat baik pasukan AS maupun pasukan Afghanistan.
Di bawah perintah rahasia itu pula, pasukan darat AS bisa bergabung dengan tentara Afghanistan untuk menjalankan misi memerangi militan Taliban. Jika benar laporan media AS itu benar, maka ini menandai ekspansi misi tempur AS di Afghanistan untuk tahun depan.
Sebelumnya, Presiden Obama mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan terlibat dalam operasi tempur setelah tahun baru 2015 dimulai. Dia mengatakan tentara AS hanya akan melanjutkan misi untuk melatih pasukan Afghanistan dan memburu sisa-sisa anggota al-Qaeda.
Menurut New York Times, seorang pejabat pemerintah AS mengomentari perintah rahasia Obama. ”Kita tidak akan lagi berperang semata-mata untuk menargetkan anggota Taliban,” kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim.
”Sampai-sampai anggota Taliban benar-benar secara langsung mengancam AS dan pasukan koalisi di Afghanistan atau memberikan dukungan langsung kepada al Qaeda. Namun, kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga agar AS aman."
Perintah rahasia Obama itu ditandatangani beberapa minggu lalu. Perintah rahasia Obama itu diungkap media AS, New York Timesyang dilansir Jumat (21/11/2014).
Dalam laporan itu ditulis, bahwa AS tetap akan menggunakan pesawat jet tempur, pesawat pembom, dan drone yang dapat membantu pasukan darat baik pasukan AS maupun pasukan Afghanistan.
Di bawah perintah rahasia itu pula, pasukan darat AS bisa bergabung dengan tentara Afghanistan untuk menjalankan misi memerangi militan Taliban. Jika benar laporan media AS itu benar, maka ini menandai ekspansi misi tempur AS di Afghanistan untuk tahun depan.
Sebelumnya, Presiden Obama mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan terlibat dalam operasi tempur setelah tahun baru 2015 dimulai. Dia mengatakan tentara AS hanya akan melanjutkan misi untuk melatih pasukan Afghanistan dan memburu sisa-sisa anggota al-Qaeda.
Menurut New York Times, seorang pejabat pemerintah AS mengomentari perintah rahasia Obama. ”Kita tidak akan lagi berperang semata-mata untuk menargetkan anggota Taliban,” kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim.
”Sampai-sampai anggota Taliban benar-benar secara langsung mengancam AS dan pasukan koalisi di Afghanistan atau memberikan dukungan langsung kepada al Qaeda. Namun, kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga agar AS aman."
(mas)