UE Mulai Ragukan Dampak Sanksi untuk Rusia
Senin, 17 November 2014 - 21:28 WIB
UE Mulai Ragukan Dampak Sanksi untuk Rusia
A
A
A
BRUSSELS - Rencana Uni Eropa (UE) untuk kembali menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia mulai didera keraguan. Para Menteri Luar Negeri (Menlu) negara anggota UE yang berkumpul hari ini mulai mempertanyakan efektivitas sanski yang mereka jatuhkan pada Rusia.
Melansir Itar-tas, Senin (17/11/2014), para Menlu tersebut dikabarkan mulai memikirkan untuk kembali membangun dialog dengan Rusia, dibandingkan melanjutkan penjatuhan sanski ekonomi pada Negeri Beruang Merah tersebut.
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Federica Mogherini, menyatakan sanksi untuk Rusia tidak akan berdampak banyak bagi Ukraina, jika tidak adanya langkah-langkah lanjutan.
“Sanksi harus disertai dengan reformasi di Ukraina dan perlunya dialog dengan pemerintah Rusia,” ucap Mogherini. Dirinya menambahkan, saat ini anggota-anggota UE sedang menyiapkan waktu untuk merealisasikan dialog tersebut.
Pernyataan Mogherini diperkuat oleh pernyataan Sekertaris Negara Prancis untuk Urusan Eropa Harlem Desir. Sama halnya dengan Mogherini, Desir menyebut bahwa stabilitas di Ukraina tidak akan terjadi, bila sanksi yang mereka jatuhkan pada Rusia tidak diikuti oleh dialog konstruktif di dalam negeri, dan juga dengan Rusia.
Melansir Itar-tas, Senin (17/11/2014), para Menlu tersebut dikabarkan mulai memikirkan untuk kembali membangun dialog dengan Rusia, dibandingkan melanjutkan penjatuhan sanski ekonomi pada Negeri Beruang Merah tersebut.
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Federica Mogherini, menyatakan sanksi untuk Rusia tidak akan berdampak banyak bagi Ukraina, jika tidak adanya langkah-langkah lanjutan.
“Sanksi harus disertai dengan reformasi di Ukraina dan perlunya dialog dengan pemerintah Rusia,” ucap Mogherini. Dirinya menambahkan, saat ini anggota-anggota UE sedang menyiapkan waktu untuk merealisasikan dialog tersebut.
Pernyataan Mogherini diperkuat oleh pernyataan Sekertaris Negara Prancis untuk Urusan Eropa Harlem Desir. Sama halnya dengan Mogherini, Desir menyebut bahwa stabilitas di Ukraina tidak akan terjadi, bila sanksi yang mereka jatuhkan pada Rusia tidak diikuti oleh dialog konstruktif di dalam negeri, dan juga dengan Rusia.
(esn)