Dukung Jadi Presiden, Obama Kecup Aung San Suu Kyi

Sabtu, 15 November 2014 - 09:57 WIB
Dukung Jadi Presiden,...
Dukung Jadi Presiden, Obama Kecup Aung San Suu Kyi
A A A
RANGOON - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mendaratkan kecupannya di wajah tokoh oposisi Mynamar, Aung San Suu Kyi.

Aksi itu dilakukan Obama yang menemuinya untuk mendukung Suu Kyi untuk bisa jadi Presiden Myanmar. (Baca: Temui Aung San Suu Kyi, Obama Dorong Reformasi Myanmar)

Aksi Obama mencium Suu Kyi jadi sorotan dunia, setelah sebelumnya Presiden Rusia, Vladimir Putin mengenakan mantel ke istri Presiden China, Xi Jinping.

Obama tiba di rumah Suu Kyi di Rangoon pada hari Jumat kemarin. Begitu keduanya bertemu, Obama mencium telingan Suu Kyi. Kunjungan Obama itu sejatinya untuk mendukung Suu Kyi melakukan reformasi di Myanmar.

Suu Kyi baru bebas setelah empat tahun lalu menjalani tahanan rumah. Sebagai tahanan politik, tokoh wanita oposisi itu dilarang mencalonkan diri sebagai presiden, hanya karena memiliki hubungan yang kuat dengan warga asing. Aturan itu sesuai konstitusi yang berlaku di Myanmar.

Seperti diketahui, anak-anak Suu Kyi tercatat sebagai warga negara Inggris. Obama yang menemuinya mendukung Suu Kyi mengubah konstitusi yang dia anggap aneh itu.

”Saya tidak mengerti ketentuan yang akan melarang seseorang untuk mencalonkan diri sebagai presiden karena latar belakang anak-anak mereka,” ucap Obama menyindir larangan dalam konstitusi Myanmar, sebagaimana diktutip AP, Sabtu (15/11/2014). ”Itu tidak masuk akal bagi saya,” katanya lagi.
(mas)
Berita Terkait
Bertanggung Jawab Atas...
Bertanggung Jawab Atas Kudeta, AS Sanksi 10 Pejabat Myanmar
AS Mengaku Terganggu...
AS Mengaku Terganggu dengan Laporan Polisi Tembaki Demonstran Myanmar
AS Kesampingkan Solusi...
AS Kesampingkan Solusi Militer untuk Akhiri Kudeta di Myanmar
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
AS dan PBB Kutuk Aksi...
AS dan PBB Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Pengunjuk Rasa Myanmar
Berencana Bunuh Utusan...
Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
13 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
45 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved