ISIS Lakukan Blunder Fatal dalam Perang di Kobane
Minggu, 19 Oktober 2014 - 14:41 WIB
ISIS Lakukan Blunder Fatal dalam Perang di Kobane
A
A
A
KOBANE - Pasukan loyalis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah melakukan blunder fatal dengan melakukan perang terbuka di Kobane.
Di kota itu, militan ISIS terkepung dan jadi sasaran empuk bom-bom Amerika Serikat (AS) dan koalisi anti-ISIS. Dalam perang yang telah memasuki minggu keempat, ISIS melakukan blunder di Kobane dengan menerapkan strategi yang sama saat mereka menguasai sebagian wilayah di Irak dan Suriah.
Ahli militer Justin Bronk dari Royal United Services Institute di London, seperti dikutip Daily Mail, mengatakan, strategi yang digunakan ISIS saat ini sudah usang ketika menghadapi serangan AS dan koalisi.
Sebab, selain kewalahan menghadapi bom-bom AS, pasukan ISIS juga terdesak oleh serangan para pejuang Kurdi yang bertekad membebaskan Kobane dari tangan ISIS.
Menurut Bronk, ISIS telah membuat kuburan mereka sendiri di Kobane dengan menjadi sasaran empuk gempuran pesawat tempur AS dan negara-negara Arab.
”Kobane telah menjadi medan yang tidak ‘bersahabat’ bagi kekuatan ISIS," kata Bronk.”Keberanian para pejuang Kurdi yang berdiri di antara pasukan ISIS tidak bisa membuat pasukan ISIS keluar dari kota itu,” lanjut Bronk.
Laman Al Arabiya, pada Minggu (19/10/2014) melaporkan, bahwa pasukan koalisi yang dipimpin AS mebombardir fasilitas gas di kota perbatasan Kobane. Sekitar delapan orang tewas yang diyakini sebagai pengemudi tanker ISIS. Sedangkan empat korban tewas lainnya tampak terbakar dan ditempatkan di sebuah masjid di Kota Kobane.
Pasukan koalisi sengaja membombardir fasilitas minyak yang dikuasai ISIS dengan tujuan memutus pendapatan utama kelompok yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu.
Di kota itu, militan ISIS terkepung dan jadi sasaran empuk bom-bom Amerika Serikat (AS) dan koalisi anti-ISIS. Dalam perang yang telah memasuki minggu keempat, ISIS melakukan blunder di Kobane dengan menerapkan strategi yang sama saat mereka menguasai sebagian wilayah di Irak dan Suriah.
Ahli militer Justin Bronk dari Royal United Services Institute di London, seperti dikutip Daily Mail, mengatakan, strategi yang digunakan ISIS saat ini sudah usang ketika menghadapi serangan AS dan koalisi.
Sebab, selain kewalahan menghadapi bom-bom AS, pasukan ISIS juga terdesak oleh serangan para pejuang Kurdi yang bertekad membebaskan Kobane dari tangan ISIS.
Menurut Bronk, ISIS telah membuat kuburan mereka sendiri di Kobane dengan menjadi sasaran empuk gempuran pesawat tempur AS dan negara-negara Arab.
”Kobane telah menjadi medan yang tidak ‘bersahabat’ bagi kekuatan ISIS," kata Bronk.”Keberanian para pejuang Kurdi yang berdiri di antara pasukan ISIS tidak bisa membuat pasukan ISIS keluar dari kota itu,” lanjut Bronk.
Laman Al Arabiya, pada Minggu (19/10/2014) melaporkan, bahwa pasukan koalisi yang dipimpin AS mebombardir fasilitas gas di kota perbatasan Kobane. Sekitar delapan orang tewas yang diyakini sebagai pengemudi tanker ISIS. Sedangkan empat korban tewas lainnya tampak terbakar dan ditempatkan di sebuah masjid di Kota Kobane.
Pasukan koalisi sengaja membombardir fasilitas minyak yang dikuasai ISIS dengan tujuan memutus pendapatan utama kelompok yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu.
(mas)