Kampanye Online Anti-ISIS Menggema di Inggris
Minggu, 21 September 2014 - 14:22 WIB
Kampanye Online Anti-ISIS Menggema di Inggris
A
A
A
LONDON - Kekejaman ISIS di Irak dan Suriah ternyata membangkitkan reaksi anak-anak muda Muslim di Inggris. Untuk melawan ISIS, anak-anak muda tersebut dikabarkan membuat sebuah kampanye online anti-ISIS.
Melansir News.com.au, Minggu (21/9/2014), anak-anak muda Inggris tersebut membuat sebuah kampanye dengan hastag #NotInMyName di jejering sosial, baik itu Twitter, Instragram atau jejaring sosial lainnya. Kampanye ini dimaksudkan untuk meredam pesan kebencian yang disebarkan oleh ISIS.
Kampanye ini dimotori oleh British charity Active Change, dan bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan tentang kebaikan, kedamaian dan rasa saling mengasihi. “Agama saya tidak mengajarkan tentang kekerasan dan pembunuhan, ISIS bukanlan Islam,” ucap seorang pengguna jejaring sosial yang turut meramaikan kampanye ini.
Seorang pengguna jejaring sosial lainnya menyatakan, apa yang dilakukan oleh ISIS tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad dan juga tidak sesuai dengan Al-Quran. “Apa yang kalian (ISIS) lakukan tidak sesuai dengan ajaran kita, tidak sesuai dengan Al-Quran,” tulisnya.
Jejaring sosial sendiri saat ini memang sudah menjelma menjadi sebuah medan pertempuran baru. Baik ISIS dan kelompok-kelompok anti-ISIS, kerap menggunakan jejaring sosial untuk menyampaikan pesan, dan juga pemahaman mereka.
Melansir News.com.au, Minggu (21/9/2014), anak-anak muda Inggris tersebut membuat sebuah kampanye dengan hastag #NotInMyName di jejering sosial, baik itu Twitter, Instragram atau jejaring sosial lainnya. Kampanye ini dimaksudkan untuk meredam pesan kebencian yang disebarkan oleh ISIS.
Kampanye ini dimotori oleh British charity Active Change, dan bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan tentang kebaikan, kedamaian dan rasa saling mengasihi. “Agama saya tidak mengajarkan tentang kekerasan dan pembunuhan, ISIS bukanlan Islam,” ucap seorang pengguna jejaring sosial yang turut meramaikan kampanye ini.
Seorang pengguna jejaring sosial lainnya menyatakan, apa yang dilakukan oleh ISIS tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad dan juga tidak sesuai dengan Al-Quran. “Apa yang kalian (ISIS) lakukan tidak sesuai dengan ajaran kita, tidak sesuai dengan Al-Quran,” tulisnya.
Jejaring sosial sendiri saat ini memang sudah menjelma menjadi sebuah medan pertempuran baru. Baik ISIS dan kelompok-kelompok anti-ISIS, kerap menggunakan jejaring sosial untuk menyampaikan pesan, dan juga pemahaman mereka.
(esn)