Cegah Medeka, Inggris Imingi Kekuasaan Lebih ke Skotlandia

Rabu, 17 September 2014 - 10:51 WIB
Cegah Medeka, Inggris...
Cegah Medeka, Inggris Imingi Kekuasaan Lebih ke Skotlandia
A A A
LONDON - Para pemimpin tiga partai politik utama di Inggris berjanji untuk memberikan kekuasaan lebih kepada Skotlandia jika memilih tidak merdeka dari Inggris.

Penentuan Skotalandia pisah atau tidak dari Inggris akan ditentukan dalam referendum pada Kamis (18/9/2014) besok. Iming-iming kekuasaan itu muncul saat Inggris panik menghadapi jam-jam terakhir menjelang referendum.

Sudah 300 tahun Skotlandia menjadi bagian dari Inggris, dan besok akan menjadi penentuan masa depan wilayah itu. (Baca: Inggris Rayu Skotlandia agar Tak Memisahkan Diri)

Menurut survei Opinium untuk Daily Telegraph dan ICM untuk The Scotsman, sekitar 52 persen rakyat Skotlandia memilih merdeka atau pisah dari Inggris. Sedangkan 48 persen memilih tetap bergabung dengan Inggris.

Dalam sebuah artikel berjudul “The Vow” di surat kabar Skotlandia, Daily Record, Perdana Menteri Partai Konservatif, David Cameron, pemimpin Partai Demokrat Liberal, Nick Clegg dan pemimpin Partai Buruh Ed Miliband, menyerukan agar rakyat Skotandia memilih “Tidak” untuk referendum kemerdekaan.

”Sebuah suara ‘Tidak’ akan memberikan perubahan lebih cepat, lebih aman, dan perubahan lebih baik dari pada pisah,” tulis media itu, Rabu (17/9/2014). mengutip pernyataan tiga pemimpin politik Inggris. (Baca: Tuntutan Skotlandia Merdeka Menguat, Inggris Panik)

“Kekuasaan baru yang luas akan diberikan kepada Holyrood, Parlemen Skotlandia, dan berusaha untuk meyakinkan para pemilih bahwa formula Barnett, yang digunakan untuk menentukan bagaimana sumber daya dialokasikan di Inggris, akan dipertahankan,” lanjut laporan itu. (Baca juga: Teka-teki Bendera Inggris jika Skotlandia Pisah)

Sementara itu, Menteri Pertama Skotlandia, Alex Salmond mengabaikan iming-iming kekuasaan lebih dari Inggris itu.”Saya tidak akan menghalangi orang-orang di Skotlandia dari kesempatan besar untuk menentukan masa depan Skotlandia,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Tiga Orang Tewas dalam...
Tiga Orang Tewas dalam Serangan Penikaman di Glasgow Skotlandia
Hubungan Panas-Dingin...
Hubungan 'Panas-Dingin' Sejak Lama, Inggris-Skotlandia Pecah
Diolok-olok Bikin Gol...
Diolok-olok Bikin Gol Bunuh Diri, Harry Maguire Terus Dibela Southgate
Inggris Bantah akan...
Inggris Bantah akan Pindahkan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Jika Skotlandia Merdeka
Preview Inggris vs Skotlandia:...
Preview Inggris vs Skotlandia: Laga Bersejarah
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Inggris vs SKotlandia
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
41 menit yang lalu
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
1 jam yang lalu
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
1 jam yang lalu
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
2 jam yang lalu
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved