Ukraina Harus Gelar Pemilu di Donetsk dan Lugansk
Minggu, 07 September 2014 - 16:57 WIB
Ukraina Harus Gelar Pemilu di Donetsk dan Lugansk
A
A
A
KIEV - Dampak dari perjanjian gencatan senjata antara Ukraina dan pihak separatis di Minsk ternyata membawa keuntungan besar bagi separatis Donetsk dan Luganks. Mereka dari awal menghendaki pemerintahan sendiri dan tampaknya akan segera mendapatkannya.
Melansir RIANOVOSTI, Minggu (7/9/2014), menurut salah satu butir perjanjian di Minsk adalah Ukraina harus segera menggelar pemilu di kedua wilayah tersebut. Kedua wilayah tersebut memang tidak akan lepas dari Ukraina, namun keduanya akan mendapatkan status sebagai wilayah khsusus di Ukraina.
Isi dari perjanjian tersebut disampaikan oleh Organisasi Kerja Sama dan Keamanan Eropa (OSCE) melalui situsnya. OSCE merupakan mediasi dari perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
''Ukraina harus mengadakan pemilu lokal di Donetsk dan Luganks sebagai bagian dari implementasi perjanjian Minsk. Pemilu tersebut akan dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang sah di Ukraina,”ungkap OSCE.
Selain mengenai pemilu lokal di Dontesk dan Lugansk, para pihak yang bertikai juga sepakat mengenai perlunya tim pemantauan internasional untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, pertukaran tahanan dan pembukaan koridor kemanusiaan.
Melansir RIANOVOSTI, Minggu (7/9/2014), menurut salah satu butir perjanjian di Minsk adalah Ukraina harus segera menggelar pemilu di kedua wilayah tersebut. Kedua wilayah tersebut memang tidak akan lepas dari Ukraina, namun keduanya akan mendapatkan status sebagai wilayah khsusus di Ukraina.
Isi dari perjanjian tersebut disampaikan oleh Organisasi Kerja Sama dan Keamanan Eropa (OSCE) melalui situsnya. OSCE merupakan mediasi dari perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai oleh Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
''Ukraina harus mengadakan pemilu lokal di Donetsk dan Luganks sebagai bagian dari implementasi perjanjian Minsk. Pemilu tersebut akan dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang sah di Ukraina,”ungkap OSCE.
Selain mengenai pemilu lokal di Dontesk dan Lugansk, para pihak yang bertikai juga sepakat mengenai perlunya tim pemantauan internasional untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, pertukaran tahanan dan pembukaan koridor kemanusiaan.
(aww)