AS dan Uni Eropa Keroyok Rusia dengan Sanksi Besar-besaran

Jum'at, 05 September 2014 - 08:41 WIB
AS dan Uni Eropa Keroyok...
AS dan Uni Eropa Keroyok Rusia dengan Sanksi Besar-besaran
A A A
WALES - Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa kompak mengeroyok Rusia dengan mempersiapkan sanksi besar-besaran. Sanksi yang akan dijatuhkan sebagai respons atas krisis Ukraina meliputi gelombang embargo baru.

Kepastian sanksi besar-besaran yang dijatuhkan AS dan Uni Eropa akan diumumkan akhir pekan ini. Deputi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Ben Rhodes, mengatakan, rumusan gelombang sanksi baru terhadap Rusia sedang dirumuskan. Dia enggan merinci sektor apa saja yang terkena sanksi itu.

“Poin utamanya adalah bahwa Rusia harus menghadapi biaya eskalasi sendiri,” kata Rhodes, seperti dikutip Reuters, Jumat (5/9/2014). ”Jika Rusia meningkatkan (eskalasi) kita dapat meningkat tekanan kami,” katanya lagi. (Baca: NATO Galang Kekuataan Lawan Rusia)

Sebelumnya, AS dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi yang menghantam beberapa bank terbesar di Rusia, serta produsen minyak terbesar di negara itu, yakni Rosneft.

Beberapa saat sebelum rencana penjatuhan sanksi besar-besaran terhadap Rusia disampaikan, laman Telegraph melaporkan dokumen rahasia tiga halaman terkait sanksi besar-besaran itu. (Baca juga: Lawan Rusia, NATO Butuh Biaya Rp1,5 Triliun)

”Semua perusahaan minyak dan pertahanan Rusia yang dikontrol negara akan dilarang memainkan dana di pasar modal Eropa,” tulis media Inggris itu.

Rusia belum merespons sanksi besar-besaran dari AS dan Uni Eropa yang sudah di ambang pintu. Rusia tetap komitmen dengan pendapatnya sejak awal, bahwa mereka tidak terlibat dalam krisis di Ukraina timur, termasuk tuduhan telah melakukan serangan di Ukraina timur.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
40 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved